Artikel Kesehatan

Gangguan Tiroid: Gejala, Penyebab, dan Dampaknya terhadap Kehidupan Sehari-hari

Promosi Kesehatan

2026-05-26

37

Gangguan Tiroid: Gejala, Penyebab, dan Dampaknya terhadap Kehidupan Sehari-hari

Kelenjar tiroid memiliki peran penting dalam mengatur berbagai fungsi tubuh, mulai dari metabolisme, energi, hingga suhu tubuh. Meskipun ukurannya kecil, gangguan pada kelenjar tiroid dapat memberikan dampak besar terhadap kesehatan dan kualitas hidup seseorang.

Hari Tiroid Sedunia (World Thyroid Day) yang diperingati setiap tanggal 25 Mei menjadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gangguan tiroid. Banyak orang belum menyadari bahwa perubahan kondisi tubuh yang dialami sehari-hari dapat berkaitan dengan fungsi tiroid.

Akibatnya, gangguan tiroid sering tidak terdeteksi sejak awal karena gejalanya dianggap sebagai kelelahan biasa, stres, atau perubahan hormon yang umum terjadi.

Peran Kelenjar Tiroid dalam Tubuh

Kelenjar tiroid adalah organ berbentuk kupu-kupu yang terletak di bagian depan leher. Organ ini menghasilkan hormon tiroid yang berfungsi mengatur metabolisme tubuh.

Hormon tiroid memengaruhi hampir seluruh organ tubuh, termasuk:

  • Jantung
  • Otak
  • Sistem pencernaan
  • Otot
  • Suhu tubuh
  • Tingkat energi

Ketika produksi hormon tiroid terlalu rendah atau terlalu tinggi, tubuh dapat mengalami berbagai perubahan fisik maupun mental. Oleh karena itu, keseimbangan hormon tiroid sangat penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap optimal.

Jenis Gangguan Tiroid yang Perlu Diketahui

Hipotiroidisme

Hipotiroidisme terjadi ketika kelenjar tiroid menghasilkan hormon terlalu sedikit. Kondisi ini dapat menyebabkan metabolisme tubuh melambat.

Beberapa gejala hipotiroidisme meliputi:

  • Mudah lelah
  • Berat badan naik
  • Kulit kering
  • Sulit berkonsentrasi
  • Sensitif terhadap dingin
  • Sembelit

Hipertiroidisme

Hipertiroidisme terjadi ketika produksi hormon tiroid berlebihan sehingga metabolisme tubuh menjadi terlalu cepat.

Gejala yang seri...

Akupresur untuk Hipertensi Terapi Pendamping untuk Membantu Menjaga Tekanan Darah Tetap Stabil

Promosi Kesehatan

2026-05-26

13

Akupresur untuk Hipertensi Terapi Pendamping untuk Membantu Menjaga Tekanan Darah Tetap Stabil

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit kronis yang paling sering dialami masyarakat Indonesia. Kondisi ini terjadi ketika tekanan darah berada di atas batas normal, yaitu ≥140/90 mmHg. Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena dapat berkembang tanpa gejala yang jelas, tetapi perlahan merusak organ vital seperti jantung, otak, ginjal, hingga saraf.

Jika tidak terkontrol, hipertensi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan berbagai komplikasi serius lainnya. Karena itu, pengelolaan hipertensi perlu dilakukan secara menyeluruh melalui pengobatan medis, perubahan gaya hidup sehat, serta pengendalian faktor risiko.

Selain pengobatan medis dan pola hidup sehat, sebagian masyarakat mulai mencari terapi pendamping alami untuk membantu menjaga tekanan darah tetap stabil. Salah satu metode yang cukup populer adalah akupresur.

Apa Itu Akupresur?

Akupresur adalah teknik terapi tradisional yang dilakukan dengan memberikan tekanan pada titik-titik tertentu di tubuh menggunakan jari tangan atau alat tumpul. Titik-titik tersebut dikenal sebagai titik akupunktur dan dipercaya berhubungan dengan fungsi organ serta aliran energi tubuh.

Berbeda dengan akupunktur yang menggunakan jarum, akupresur dilakukan tanpa jarum sehingga lebih praktis dan relatif mudah dipelajari sebagai terapi pendamping di rumah.

Terapi berbasis stimulasi titik tubuh seperti akupresur dan akupunktur juga banyak digunakan pada berbagai kondisi kesehatan lainnya. Salah satunya untuk membantu mengurangi keluhan saraf terjepit pada tangan. Baca juga artikel Tangan Sering Kesemutan? Kenali Peran Akupunktur untuk Carpal Tunnel Syndrome di website

Apa yang Terjadi pada Tubuh Setelah Berhenti Merokok? Ini Faktanya Hari ke Hari

Promosi Kesehatan

2026-05-26

5

Apa yang Terjadi pada Tubuh Setelah Berhenti Merokok? Ini Faktanya Hari ke Hari

Merokok masih menjadi salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit kronis, mulai dari penyakit jantung, stroke, hingga kanker paru. Banyak orang berpikir bahwa kerusakan akibat rokok bersifat permanen. Padahal, tubuh sebenarnya mulai melakukan proses pemulihan hanya beberapa menit setelah seseorang berhenti merokok.

Meski tidak mudah, berhenti merokok memberikan manfaat besar bagi kesehatan tubuh dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Bahkan, manfaatnya dapat dirasakan sejak hari pertama berhenti merokok.

Apa yang Terjadi pada Tubuh Setelah Berhenti Merokok?

Setelah batang rokok terakhir dihisap, tubuh mulai memperbaiki diri secara bertahap. Nikotin dan zat beracun lainnya perlahan keluar dari tubuh, sementara fungsi organ mulai membaik.

Perubahan Tubuh Setelah Berhenti Merokok dari Hari ke Hari

20 Menit Setelah Berhenti Merokok
Tekanan darah dan denyut jantung mulai menurun menuju kondisi yang lebih normal. Sirkulasi darah juga mulai membaik. Ini terjadi karena tubuh tidak lagi menerima nikotin yang selama ini memicu penyempitan pembuluh darah.

12–24 Jam Setelah Berhenti Merokok
Kadar karbon monoksida dalam darah mulai turun dan kadar oksigen meningkat kembali. Paru-paru mulai bekerja lebih baik dalam menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh. Risiko serangan jantung juga mulai menurun secara perlahan.

2–3 Hari Setelah Berhenti Merokok
Nikotin hampir sepenuhnya keluar dari tubuh. Pada fase ini, indra penciuman dan pengecap biasanya mulai membaik sehingga makanan terasa lebih nikmat.

Namun, pada periode ini gejala putus nikotin sering mulai muncul, seperti:

  • Mudah marah
  • Sulit fokus
  • Gelisah
  • Sakit kepala
  • Keinginan kuat untuk merokok kembali

Gejala ini normal dan biasanya bersifat sementara.

2-12 Minggu Setelah Berhenti Merokok
Sirkulasi darah membaik dan fungsi paru mula...

Informasi Pasien dan Pengunjung

Ayo Terhubung Dengan Kami,

RSUI Logo

Jl. Prof. DR. Bahder Djohan, Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16424

© Copyright 2025 | Rumah Sakit Universitas Indonesia. All Rights Reserved