
Promosi Kesehatan (Nida Nafilah)
2026-03-25
326
Banyak orang merasa sehat karena tidak merasakan keluhan apa pun. Padahal, ada dua kondisi yang sering berkembang tanpa disadari namun berdampak serius dalam jangka panjang, yaitu kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi (hipertensi).
Keduanya sering tidak menimbulkan gejala, tetapi diam-diam dapat merusak pembuluh darah, membebani kerja jantung, serta meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Menurut World Health Organization (WHO), hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah mencapai ≥140/90 mmHg dan sering kali tidak bergejala. Karena itu, cara paling aman untuk mengetahuinya adalah dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin.
Dalam edukasi RSUI, hipertensi juga dikenal sebagai kondisi yang kerap diabaikan karena penderitanya merasa baik-baik saja, padahal dapat memicu komplikasi serius pada organ vital seperti otak, jantung, dan ginjal.
Kolesterol adalah zat lemak yang sebenarnya dibutuhkan tubuh, misalnya untuk membentuk hormon dan menjaga fungsi sel. Masalah muncul ketika kadarnya tidak seimbang.
Berikut jenis kolesterol yang perlu diketahui:
Jika kadar LDL tinggi dan HDL rendah, pembuluh darah lebih mudah menyempit sehingga aliran darah ke jantung dan otak terganggu. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah terus berada di atas batas normal. Kondisi ini membuat jantung harus bekerja lebih keras setiap saat.
Tekanan darah yang tinggi secara terus-menerus dapat:

Promosi Kesehatan
2026-03-25
153
Menjaga kesehatan gigi dan mulut bukan cuma soal penampilan, tapi juga berpengaruh pada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Sayangnya, masih banyak orang baru ke dokter gigi saat sudah muncul keluhan seperti gigi sakit, gusi berdarah, atau bau mulut.
Padahal, ada satu perawatan sederhana yang bisa mencegah berbagai masalah sejak awal, yaitu scaling gigi.
Scaling gigi merupakan prosedur yang umum dilakukan oleh dokter gigi untuk membersihkan karang gigi yang tidak bisa dihilangkan hanya dengan menyikat gigi di rumah.
Scaling gigi adalah prosedur pembersihan karang gigi menggunakan alat khusus yang dilakukan oleh dokter gigi atau tenaga kesehatan gigi profesional.
Karang gigi terbentuk dari plak yang menumpuk di permukaan gigi dan tidak dibersihkan secara optimal. Seiring waktu, plak akan mengeras sehingga tidak bisa dihilangkan hanya dengan sikat gigi.
Melalui scaling, dokter gigi akan membersihkan:
Dengan begitu, kesehatan gigi dan gusi dapat terjaga dengan lebih optimal.
Melakukan scaling gigi secara rutin memberikan berbagai manfaat, antara lain:
1. Mencegah radang gusi (gingivitis)
Karang gigi dapat menyebabkan iritasi pada gusi sehingga menjadi merah, bengkak, dan mudah berdarah. Scaling membantu mengurangi risiko tersebut.
2. Mencegah penyakit periodontal
Jika radang gusi tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi penyakit periodontal yang dapat merusak jaringan penyangga gigi dan menyebabkan gigi goyang.
3. Mengurangi bau mulut
Karang gigi bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab bau mulut. Dengan scaling, kebersihan mulut lebih terjaga dan napas menjadi lebih segar.
4. Menjaga k...

dr. Fazelia Berlianthi Simanungkalit, MARS; dr. Fianti Ratna Dewi; dan Dr. dr. Wahyuningsih Djaali, M.Biomed, Sp.Ak
2026-03-12
18633
Susah buang air besar (BAB) atau sembelit merupakan keluhan yang cukup sering dialami masyarakat. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti perut terasa penuh, kembung, hingga kesulitan saat BAB.
Selain perubahan gaya hidup, terdapat beberapa metode terapi tambahan yang dapat membantu meredakan keluhan sembelit, salah satunya akupresur. Teknik ini dilakukan dengan memberikan tekanan pada titik tertentu di tubuh untuk membantu merangsang fungsi organ, termasuk saluran pencernaan.
Konstipasi atau sembelit merupakan salah satu gangguan pencernaan yang cukup sering dialami masyarakat di seluruh dunia.
Berdasarkan meta-analisis global oleh Black dan Ford (2021) yang mencakup lebih dari 110 penelitian dengan lebih dari 460.000 partisipan, konstipasi merupakan masalah kesehatan yang cukup umum, terutama pada kelompok usia lanjut.
Pada lansia, konstipasi dapat terjadi karena berbagai faktor, antara lain:
Konstipasi biasanya ditandai dengan beberapa keluhan berikut:
Namun, terdapat beberapa gejala yang perlu diwaspadai. Segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila konstipasi disertai dengan:
Gejala-gejala tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan pencernaan yang lebih serius sehingga memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Promosi Kesehatan (Nida Nafilah)
2026-03-25
326
Banyak orang merasa sehat karena tidak merasakan keluhan apa pun. Padahal, ada dua kondisi yang sering berkembang tanpa disadari namun berdampak serius dalam jangka panjang, yaitu kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi (hipertensi).
Keduanya sering tidak menimbulkan gejala, tetapi diam-diam dapat merusak pembuluh darah, membebani kerja jantung, serta meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Menurut World Health Organization (WHO), hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah mencapai ≥140/90 mmHg dan sering kali tidak bergejala. Karena itu, cara paling aman untuk mengetahuinya adalah dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin.
Dalam edukasi RSUI, hipertensi juga dikenal sebagai kondisi yang kerap diabaikan karena penderitanya merasa baik-baik saja, padahal dapat memicu komplikasi serius pada organ vital seperti otak, jantung, dan ginjal.
Kolesterol adalah zat lemak yang sebenarnya dibutuhkan tubuh, misalnya untuk membentuk hormon dan menjaga fungsi sel. Masalah muncul ketika kadarnya tidak seimbang.
Berikut jenis kolesterol yang perlu diketahui:
Jika kadar LDL tinggi dan HDL rendah, pembuluh darah lebih mudah menyempit sehingga aliran darah ke jantung dan otak terganggu. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah terus berada di atas batas normal. Kondisi ini membuat jantung harus bekerja lebih keras setiap saat.
Tekanan darah yang tinggi secara terus-menerus dapat:

Promosi Kesehatan
2026-03-25
153
Menjaga kesehatan gigi dan mulut bukan cuma soal penampilan, tapi juga berpengaruh pada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Sayangnya, masih banyak orang baru ke dokter gigi saat sudah muncul keluhan seperti gigi sakit, gusi berdarah, atau bau mulut.
Padahal, ada satu perawatan sederhana yang bisa mencegah berbagai masalah sejak awal, yaitu scaling gigi.
Scaling gigi merupakan prosedur yang umum dilakukan oleh dokter gigi untuk membersihkan karang gigi yang tidak bisa dihilangkan hanya dengan menyikat gigi di rumah.
Scaling gigi adalah prosedur pembersihan karang gigi menggunakan alat khusus yang dilakukan oleh dokter gigi atau tenaga kesehatan gigi profesional.
Karang gigi terbentuk dari plak yang menumpuk di permukaan gigi dan tidak dibersihkan secara optimal. Seiring waktu, plak akan mengeras sehingga tidak bisa dihilangkan hanya dengan sikat gigi.
Melalui scaling, dokter gigi akan membersihkan:
Dengan begitu, kesehatan gigi dan gusi dapat terjaga dengan lebih optimal.
Melakukan scaling gigi secara rutin memberikan berbagai manfaat, antara lain:
1. Mencegah radang gusi (gingivitis)
Karang gigi dapat menyebabkan iritasi pada gusi sehingga menjadi merah, bengkak, dan mudah berdarah. Scaling membantu mengurangi risiko tersebut.
2. Mencegah penyakit periodontal
Jika radang gusi tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi penyakit periodontal yang dapat merusak jaringan penyangga gigi dan menyebabkan gigi goyang.
3. Mengurangi bau mulut
Karang gigi bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab bau mulut. Dengan scaling, kebersihan mulut lebih terjaga dan napas menjadi lebih segar.
4. Menjaga k...

dr. Fazelia Berlianthi Simanungkalit, MARS; dr. Fianti Ratna Dewi; dan Dr. dr. Wahyuningsih Djaali, M.Biomed, Sp.Ak
2026-03-12
18633
Susah buang air besar (BAB) atau sembelit merupakan keluhan yang cukup sering dialami masyarakat. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti perut terasa penuh, kembung, hingga kesulitan saat BAB.
Selain perubahan gaya hidup, terdapat beberapa metode terapi tambahan yang dapat membantu meredakan keluhan sembelit, salah satunya akupresur. Teknik ini dilakukan dengan memberikan tekanan pada titik tertentu di tubuh untuk membantu merangsang fungsi organ, termasuk saluran pencernaan.
Konstipasi atau sembelit merupakan salah satu gangguan pencernaan yang cukup sering dialami masyarakat di seluruh dunia.
Berdasarkan meta-analisis global oleh Black dan Ford (2021) yang mencakup lebih dari 110 penelitian dengan lebih dari 460.000 partisipan, konstipasi merupakan masalah kesehatan yang cukup umum, terutama pada kelompok usia lanjut.
Pada lansia, konstipasi dapat terjadi karena berbagai faktor, antara lain:
Konstipasi biasanya ditandai dengan beberapa keluhan berikut:
Namun, terdapat beberapa gejala yang perlu diwaspadai. Segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila konstipasi disertai dengan:
Gejala-gejala tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan pencernaan yang lebih serius sehingga memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Tentang Kami
Informasi Pasien dan Pengunjung
© Copyright 2025 | Rumah Sakit Universitas Indonesia. All Rights Reserved