
Nasira Aaliya Noreen (Promosi Kesehatan)
2026-05-15
51
Di tengah meningkatnya tren gaya hidup sehat, kualitas pola makan masyarakat justru masih menghadapi berbagai tantangan. Konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak masih menjadi bagian dari keseharian banyak orang. Sementara itu, asupan buah, sayur, dan makanan tinggi serat sering kali belum terpenuhi.
Kebiasaan makan seperti ini kerap dianggap normal karena sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Padahal, pola makan yang tidak seimbang dapat berdampak buruk bagi kesehatan dalam jangka panjang.
Dalam dunia kesehatan, pola makan seperti ini dikenal sebagai unhealthy diet, yaitu salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, obesitas, dan penyakit jantung.
Unhealthy diet adalah pola konsumsi makanan dengan kualitas gizi yang rendah. Kondisi ini ditandai dengan tingginya konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, serta rendahnya asupan buah, sayur, biji-bijian, kacang-kacangan, dan serat.
Pola makan tidak sehat juga sering dikaitkan dengan konsumsi makanan ultra-proses atau makanan cepat saji yang tinggi kalori tetapi minim nutrisi.
Unhealthy diet tidak muncul begitu saja. Perubahan gaya hidup modern membuat banyak orang memilih makanan berdasarkan kepraktisan, bukan nilai gizinya.

Ns. Ade Irma Putri Wani, S.Kep dan Nida Nafilah
2026-05-13
53
Perawat merupakan tenaga kesehatan yang memiliki peran penting dalam sistem pelayanan kesehatan. Tidak hanya membantu proses pengobatan, perawat juga terlibat langsung dalam perawatan pasien, pemantauan kondisi kesehatan, hingga memberikan dukungan emosional kepada pasien dan keluarga.
Dalam banyak situasi, perawat menjadi tenaga kesehatan yang paling sering berinteraksi dengan pasien. Karena itu, profesi ini memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien.
Setiap tanggal 12 Mei, dunia memperingati Hari Perawat Internasional yang bertepatan dengan hari kelahiran Florence Nightingale. Momen ini menjadi bentuk apresiasi terhadap dedikasi para perawat yang terus berada di garis depan pelayanan kesehatan..
Perawat memiliki tanggung jawab yang luas dalam mendukung proses penyembuhan pasien. Tidak hanya menjalankan tindakan medis sesuai instruksi dokter, perawat juga memastikan kebutuhan dasar pasien terpenuhi selama masa perawatan.
Beberapa peran penting perawat dalam pelayanan kesehatan meliputi:

dr. Faisal Parlindungan, Sp.PD-KR dan Anggi Septiana, S.Kep
2026-05-12
66
Lupus adalah penyakit autoimun kronis yang hingga saat ini belum dapat disembuhkan sepenuhnya. Namun, dengan pengobatan dan pengelolaan yang tepat, banyak penderita lupus tetap dapat menjalani hidup aktif, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang baik.
Sayangnya, masih banyak masyarakat yang menganggap lupus sebagai penyakit yang pasti berujung fatal. Padahal, perkembangan terapi dan deteksi dini membuat banyak pasien lupus dapat mengendalikan penyakitnya dalam jangka panjang. Baca juga artikel RSUI tentang Deteksi Dini Lupus: Kenali Gejala, Pemeriksaan, dan Pentingnya Diagnosis Cepat.
Lalu, sebenarnya apakah lupus bisa sembuh total? Bagaimana cara mengontrol penyakit ini agar tidak sering kambuh? Simak penjelasannya berikut ini.
Lupus merupakan penyakit autoimun, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh sendiri. Peradangan akibat lupus dapat memengaruhi berbagai organ, mulai dari kulit, sendi, ginjal, paru-paru, jantung, hingga otak.
Jenis lupus yang paling sering ditemukan adalah Systemic Lupus Erythematosus (SLE) yang melibatkan berbagai organ. Penyakit ini lebih banyak dialami wanita usia produktif, tetapi juga dapat terjadi pada pria maupun anak-anak. Jenis penyakit lupus yang lain adalah lupus kutaneus yang hanya melibatkan organ kulit, serta lupus imbas obat yang diakibatkan penggunaan obat dan sembuh setelah obat pemicu nya dihentikan.
Karena gejalanya sangat beragam dan menyerupai penyakit lain, lupus sering disebut sebagai “penyakit seribu wajah”.
Hingga saat ini, lupus belum dapat disembuhkan total. Namun, lupus dapat dikontrol sehingga gejala menjadi minimal dan risiko kerusakan organ dapat ditekan.
Masih banyak mitos yang beredar di masyarakat mengenai lupus, termas...

Nasira Aaliya Noreen (Promosi Kesehatan)
2026-05-15
51
Di tengah meningkatnya tren gaya hidup sehat, kualitas pola makan masyarakat justru masih menghadapi berbagai tantangan. Konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak masih menjadi bagian dari keseharian banyak orang. Sementara itu, asupan buah, sayur, dan makanan tinggi serat sering kali belum terpenuhi.
Kebiasaan makan seperti ini kerap dianggap normal karena sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Padahal, pola makan yang tidak seimbang dapat berdampak buruk bagi kesehatan dalam jangka panjang.
Dalam dunia kesehatan, pola makan seperti ini dikenal sebagai unhealthy diet, yaitu salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, obesitas, dan penyakit jantung.
Unhealthy diet adalah pola konsumsi makanan dengan kualitas gizi yang rendah. Kondisi ini ditandai dengan tingginya konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, serta rendahnya asupan buah, sayur, biji-bijian, kacang-kacangan, dan serat.
Pola makan tidak sehat juga sering dikaitkan dengan konsumsi makanan ultra-proses atau makanan cepat saji yang tinggi kalori tetapi minim nutrisi.
Unhealthy diet tidak muncul begitu saja. Perubahan gaya hidup modern membuat banyak orang memilih makanan berdasarkan kepraktisan, bukan nilai gizinya.

Ns. Ade Irma Putri Wani, S.Kep dan Nida Nafilah
2026-05-13
53
Perawat merupakan tenaga kesehatan yang memiliki peran penting dalam sistem pelayanan kesehatan. Tidak hanya membantu proses pengobatan, perawat juga terlibat langsung dalam perawatan pasien, pemantauan kondisi kesehatan, hingga memberikan dukungan emosional kepada pasien dan keluarga.
Dalam banyak situasi, perawat menjadi tenaga kesehatan yang paling sering berinteraksi dengan pasien. Karena itu, profesi ini memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien.
Setiap tanggal 12 Mei, dunia memperingati Hari Perawat Internasional yang bertepatan dengan hari kelahiran Florence Nightingale. Momen ini menjadi bentuk apresiasi terhadap dedikasi para perawat yang terus berada di garis depan pelayanan kesehatan..
Perawat memiliki tanggung jawab yang luas dalam mendukung proses penyembuhan pasien. Tidak hanya menjalankan tindakan medis sesuai instruksi dokter, perawat juga memastikan kebutuhan dasar pasien terpenuhi selama masa perawatan.
Beberapa peran penting perawat dalam pelayanan kesehatan meliputi:

dr. Faisal Parlindungan, Sp.PD-KR dan Anggi Septiana, S.Kep
2026-05-12
66
Lupus adalah penyakit autoimun kronis yang hingga saat ini belum dapat disembuhkan sepenuhnya. Namun, dengan pengobatan dan pengelolaan yang tepat, banyak penderita lupus tetap dapat menjalani hidup aktif, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang baik.
Sayangnya, masih banyak masyarakat yang menganggap lupus sebagai penyakit yang pasti berujung fatal. Padahal, perkembangan terapi dan deteksi dini membuat banyak pasien lupus dapat mengendalikan penyakitnya dalam jangka panjang. Baca juga artikel RSUI tentang Deteksi Dini Lupus: Kenali Gejala, Pemeriksaan, dan Pentingnya Diagnosis Cepat.
Lalu, sebenarnya apakah lupus bisa sembuh total? Bagaimana cara mengontrol penyakit ini agar tidak sering kambuh? Simak penjelasannya berikut ini.
Lupus merupakan penyakit autoimun, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh sendiri. Peradangan akibat lupus dapat memengaruhi berbagai organ, mulai dari kulit, sendi, ginjal, paru-paru, jantung, hingga otak.
Jenis lupus yang paling sering ditemukan adalah Systemic Lupus Erythematosus (SLE) yang melibatkan berbagai organ. Penyakit ini lebih banyak dialami wanita usia produktif, tetapi juga dapat terjadi pada pria maupun anak-anak. Jenis penyakit lupus yang lain adalah lupus kutaneus yang hanya melibatkan organ kulit, serta lupus imbas obat yang diakibatkan penggunaan obat dan sembuh setelah obat pemicu nya dihentikan.
Karena gejalanya sangat beragam dan menyerupai penyakit lain, lupus sering disebut sebagai “penyakit seribu wajah”.
Hingga saat ini, lupus belum dapat disembuhkan total. Namun, lupus dapat dikontrol sehingga gejala menjadi minimal dan risiko kerusakan organ dapat ditekan.
Masih banyak mitos yang beredar di masyarakat mengenai lupus, termas...
Tentang Kami
Informasi Pasien dan Pengunjung
© Copyright 2025 | Rumah Sakit Universitas Indonesia. All Rights Reserved