Artikel Kesehatan

Pola Makan Asal-asalan Bisa Picu Penyakit Serius, Kenali Bahaya Unhealthy Diet

Nasira Aaliya Noreen (Promosi Kesehatan)

2026-05-15

51

Pola Makan Asal-asalan Bisa Picu Penyakit Serius, Kenali Bahaya Unhealthy Diet

Mengapa Pola Makan Tidak Sehat Masih Sering Dilakukan?

Di tengah meningkatnya tren gaya hidup sehat, kualitas pola makan masyarakat justru masih menghadapi berbagai tantangan. Konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak masih menjadi bagian dari keseharian banyak orang. Sementara itu, asupan buah, sayur, dan makanan tinggi serat sering kali belum terpenuhi.

Kebiasaan makan seperti ini kerap dianggap normal karena sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Padahal, pola makan yang tidak seimbang dapat berdampak buruk bagi kesehatan dalam jangka panjang.

Dalam dunia kesehatan, pola makan seperti ini dikenal sebagai unhealthy diet, yaitu salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, obesitas, dan penyakit jantung.

Apa yang Dimaksud dengan Unhealthy Diet?

Unhealthy diet adalah pola konsumsi makanan dengan kualitas gizi yang rendah. Kondisi ini ditandai dengan tingginya konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, serta rendahnya asupan buah, sayur, biji-bijian, kacang-kacangan, dan serat.

Pola makan tidak sehat juga sering dikaitkan dengan konsumsi makanan ultra-proses atau makanan cepat saji yang tinggi kalori tetapi minim nutrisi.

Penyebab Pola Makan Tidak Sehat

Unhealthy diet tidak muncul begitu saja. Perubahan gaya hidup modern membuat banyak orang memilih makanan berdasarkan kepraktisan, bukan nilai gizinya.

  1. Konsumsi Makanan Cepat Saji yang Berlebihan
    Makanan cepat saji dan makanan ultra-proses umumnya tinggi gula, garam, lemak jenuh, serta kalori. Jika dikonsumsi terlalu sering, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
  2. Kurangnya Literasi Gizi
    Masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya pola makan seimbang dan cara membaca kandungan gizi pada label pangan.
  3. Pengaruh Iklan dan Gaya Hidup
    Paparan iklan makanan instan dan tren makanan kekinia...

Peran Perawat dalam Pelayanan Kesehatan: Garda Terdepan Keselamatan Pasien

Ns. Ade Irma Putri Wani, S.Kep dan Nida Nafilah

2026-05-13

53

Peran Perawat dalam Pelayanan Kesehatan: Garda Terdepan Keselamatan Pasien

Perawat merupakan tenaga kesehatan yang memiliki peran penting dalam sistem pelayanan kesehatan. Tidak hanya membantu proses pengobatan, perawat juga terlibat langsung dalam perawatan pasien, pemantauan kondisi kesehatan, hingga memberikan dukungan emosional kepada pasien dan keluarga.

Dalam banyak situasi, perawat menjadi tenaga kesehatan yang paling sering berinteraksi dengan pasien. Karena itu, profesi ini memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien.

Setiap tanggal 12 Mei, dunia memperingati Hari Perawat Internasional yang bertepatan dengan hari kelahiran Florence Nightingale. Momen ini menjadi bentuk apresiasi terhadap dedikasi para perawat yang terus berada di garis depan pelayanan kesehatan..

Mengapa Peran Perawat Sangat Penting dalam Pelayanan Kesehatan?

Perawat memiliki tanggung jawab yang luas dalam mendukung proses penyembuhan pasien. Tidak hanya menjalankan tindakan medis sesuai instruksi dokter, perawat juga memastikan kebutuhan dasar pasien terpenuhi selama masa perawatan.

Beberapa peran penting perawat dalam pelayanan kesehatan meliputi:

  1. Memberi Asuhan Keperawatan
    Perawat bertugas melakukan pemantauan kondisi pasien secara rutin, membantu perawatan harian, hingga memastikan pasien mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kebutuhannya.
  2. Memberikan Edukasi Kesehatan
    Perawat juga berperan dalam memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga terkait penyakit, penggunaan obat, pola hidup sehat, hingga langkah pencegahan komplikasi penyakit.
    Edukasi ini penting agar pasien memahami kondisi kesehatannya dan dapat menjalani proses pemulihan dengan lebih baik.
  3. Menjadi Pendamping Emosional Pasien
    Selain perawatan fisik, dukungan emosional juga menjadi bagian penting dalam proses penyembuhan. Perawat sering kali menjadi tempat pasien menyampaikan rasa takut, cemas, maupun keluhan selama menjalani perawatan.
  4. Memb...

Lupus Bisa Disembuhkan atau Tidak? Ini Penjelasan Medisnya

dr. Faisal Parlindungan, Sp.PD-KR dan Anggi Septiana, S.Kep

2026-05-12

66

Lupus Bisa Disembuhkan atau Tidak? Ini Penjelasan Medisnya

Lupus adalah penyakit autoimun kronis yang hingga saat ini belum dapat disembuhkan sepenuhnya. Namun, dengan pengobatan dan pengelolaan yang tepat, banyak penderita lupus tetap dapat menjalani hidup aktif, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang baik.

Sayangnya, masih banyak masyarakat yang menganggap lupus sebagai penyakit yang pasti berujung fatal. Padahal, perkembangan terapi dan deteksi dini membuat banyak pasien lupus dapat mengendalikan penyakitnya dalam jangka panjang. Baca juga artikel RSUI tentang Deteksi Dini Lupus: Kenali Gejala, Pemeriksaan, dan Pentingnya Diagnosis Cepat.

Lalu, sebenarnya apakah lupus bisa sembuh total? Bagaimana cara mengontrol penyakit ini agar tidak sering kambuh? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa Itu Lupus?

Lupus merupakan penyakit autoimun, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh sendiri. Peradangan akibat lupus dapat memengaruhi berbagai organ, mulai dari kulit, sendi, ginjal, paru-paru, jantung, hingga otak.

Jenis lupus yang paling sering ditemukan adalah Systemic Lupus Erythematosus (SLE) yang melibatkan berbagai organ. Penyakit ini lebih banyak dialami wanita usia produktif, tetapi juga dapat terjadi pada pria maupun anak-anak. Jenis penyakit lupus yang lain adalah lupus kutaneus yang hanya melibatkan organ kulit, serta lupus imbas obat yang diakibatkan penggunaan obat dan sembuh setelah obat pemicu nya dihentikan.

Karena gejalanya sangat beragam dan menyerupai penyakit lain, lupus sering disebut sebagai “penyakit seribu wajah”. 

Apakah Lupus Bisa Disembuhkan?

Hingga saat ini, lupus belum dapat disembuhkan total. Namun, lupus dapat dikontrol sehingga gejala menjadi minimal dan risiko kerusakan organ dapat ditekan.

Masih banyak mitos yang beredar di masyarakat mengenai lupus, termas...

Informasi Pasien dan Pengunjung

Ayo Terhubung Dengan Kami,

RSUI Logo

Jl. Prof. DR. Bahder Djohan, Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16424

© Copyright 2025 | Rumah Sakit Universitas Indonesia. All Rights Reserved