Artikel Kesehatan

Syarat Vaksin Haji 2026: Ini Daftar Vaksin Wajib dan Dianjurkan

Promosi Kesehatan (Anggi Septiana)

2026-04-23

6409

Syarat Vaksin Haji 2026: Ini Daftar Vaksin Wajib dan Dianjurkan

Menjelang musim haji, banyak calon jemaah mulai mencari informasi seperti: 

Apa saja vaksin haji yang wajib? kapan harus vaksin? dan apakah semua vaksin diperlukan?

Pertanyaan ini penting, karena ibadah haji dan umrah melibatkan jutaan orang dari berbagai negara dalam satu waktu. Kondisi tersebut meningkatkan risiko penularan penyakit infeksi, terutama infeksi saluran pernapasan.

Untuk itu, pemerintah Arab Saudi menetapkan sejumlah syarat vaksinasi haji yang wajib dipenuhi. Selain sebagai persyaratan administrasi, vaksinasi juga berperan penting dalam melindungi kesehatan jemaah selama menjalankan ibadah.

Vaksin yang Wajib untuk Haji dan Umrah

1. Vaksin Meningitis Meningokokus (ACWY)

Vaksin meningitis merupakan vaksin haji yang wajib bagi seluruh jemaah. Vaksin ini melindungi terhadap infeksi Neisseria meningitidis, penyebab meningitis yang dapat menyebar melalui droplet, terutama di kerumunan besar seperti saat ibadah haji.

Ketentuan vaksin meningitis:

  • Diberikan minimal 10 hari sebelum keberangkatan
  • Masa berlaku 3–5 tahun tergantung jenis vaksin
  • Menjadi syarat utama penerbitan visa haji dan umrah

Vaksin meningitis menjadi komponen utama dalam persiapan kesehatan jemaah. Untuk memahami alasan medis dan urgensinya secara lebih lengkap, Anda dapat membaca artikel berikut:
Mengapa harus Vaksin Meningitis sebelum Umrah dan Haji?

2. Vaksin Polio (Dalam Kondisi Tertentu)

Selain meningitis, vaksin polio dapat diwajibkan sesuai kebijakan kesehatan internasional, terutama bagi jemaah dari wilayah dengan risiko penularan poliovirus.

Ketentuan umum:

  • Diberikan 4 minggu hingga 12 bulan sebelum keberangkatan
  • Bertujuan mencegah ...

Puasa dan Autofagi: Mengapa Stres Bisa Menghambat Pemulihan Tubuh?

Syafa Athya Rita Syarbini, S.Psi dan Ayunthaya Wiharrani, S.Gz., RD

2026-04-23

6420

Puasa dan Autofagi: Mengapa Stres Bisa Menghambat Pemulihan Tubuh?

Banyak orang berharap puasa membuat tubuh lebih sehat. Namun kenyataannya, tidak sedikit yang justru merasa lelah, emosional, sulit tidur, atau bahkan makan berlebihan saat berbuka.

Kondisi ini sering menimbulkan pertanyaan:

Apakah puasa benar-benar membantu tubuh memperbaiki diri, atau justru tidak optimal karena faktor tertentu?

Secara ilmiah, puasa memang dapat memicu autofagi, yaitu proses alami tubuh dalam membersihkan dan memperbaiki sel yang rusak. Namun, manfaat ini tidak berdiri sendiri. Faktor seperti stres, pola makan, dan kualitas istirahat sangat memengaruhi apakah tubuh benar-benar masuk ke fase pemulihan.

Menurut World Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI, kesehatan optimal dicapai melalui keseimbangan antara fisik dan mental bukan hanya dari pola makan semata.

Apa Itu Stres Psikologis dan Dampaknya bagi Tubuh?

Stres psikologis adalah respons tubuh saat seseorang merasa tertekan atau kewalahan.

Dalam kondisi stres kronis:

  • Tubuh masuk mode “bertahan hidup”
  • Produksi hormon kortisol meningkat
  • Proses regenerasi sel menjadi terhambat

Penelitian oleh Bruce S. McEwen menunjukkan bahwa stres berkepanjangan dapat memengaruhi sistem saraf, hormon, hingga metabolisme tubuh secara menyeluruh.

Autofagi saat Puasa: Cara Tubuh Memperbaiki Diri

Autofagi adalah mekanisme alami tubuh untuk:

  • Membersihkan sel yang rusak
  • Mendaur ulang komponen sel
  • Menjaga fungsi organ tetap optimal

Penelitian oleh Yoshinori Ohsumi membuktikan bahwa kondisi kekurangan energi, seperti saat puasa, menjadi pemicu utama autofagi.

Artinya, saat puasa, tubuh tidak sekadar “menahan lapar”, tetapi juga menjalankan proses pemeliharaan sel secara aktif.

Kenapa Puasa Bisa Bikin Lemas dan Emosional?

Ini yang sering d...

Pound Fit: Manfaat, Cara Melakukan, dan Tips Aman untuk Pemula (Panduan Medis)

Promosi Kesehatan (Muthiah Salsabilah)

2026-04-20

6324

Pound Fit: Manfaat, Cara Melakukan, dan Tips Aman untuk Pemula (Panduan Medis)

Rutinitas olahraga yang monoton sering membuat seseorang kehilangan motivasi. Ditambah dengan kesibukan sehari-hari, menjaga kebugaran tubuh menjadi semakin sulit.

Di tengah tren olahraga yang semakin beragam, Pound Fit hadir sebagai alternatif yang seru sekaligus menantang. Olahraga ini menggabungkan gerakan seperti bermain drum dengan latihan kardio dan kekuatan, sehingga terasa lebih menyenangkan.

Meski terlihat ringan dan menghibur, penting untuk memahami manfaat, cara melakukan, serta aspek keamanannya agar hasil yang diperoleh optimal tanpa meningkatkan risiko ceder

Apa Itu Pound Fit?

Pound Fit adalah olahraga kardio yang terinspirasi dari gerakan bermain drum. Dalam latihan ini, peserta menggunakan Ripstix, yaitu stik khusus yang lebih ringan dari stik drum biasa (sekitar 0,25 kg).

Selama sesi latihan (±45–60 menit), peserta mengikuti irama musik sambil melakukan berbagai gerakan, seperti:

  • Gerakan memukul (drumming motion)
  • Squat
  • Lunges
  • Latihan otot inti (core)

Olahraga ini dikembangkan pada tahun 2011 oleh Kirsten Potenza dan Cristina Peerenboom, dan kini telah populer di berbagai negara.

5 Manfaat Pound Fit untuk Tubuh dan Pikiran

1. Membakar Kalori Secara Efektif

Dalam satu sesi latihan, Pound Fit dapat membakar sekitar 400–700 kalori, tergantung pada intensitas dan kondisi tubuh.

Kombinasi latihan kardio dan kekuatan membuat pembakaran energi menjadi lebih optimal dibandingkan olahraga ringan.

2. Meningkatkan Kekuatan dan Daya Tahan Otot

Pound Fit melibatkan hampir seluruh kelompok otot tubuh, antara lain:

  • Lengan, bahu, dan punggung (gerakan memukul)
  • Kaki dan bokong (squat dan lunges)
  • Otot inti (core)

Latihan rutin dapat membantu meningkatkan kekuatan, stabilitas, dan daya tahan otot.

3. Melatih ...

Informasi Pasien dan Pengunjung

Ayo Terhubung Dengan Kami,

RSUI Logo

Jl. Prof. DR. Bahder Djohan, Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16424

© Copyright 2025 | Rumah Sakit Universitas Indonesia. All Rights Reserved