Artikel Kesehatan

Batuk Tak Kunjung Sembuh, Waspada Tuberkulosis

Promosi Kesehatan (Alya Dwi Rahmadani)

2026-03-30

13502

Batuk Tak Kunjung Sembuh, Waspada Tuberkulosis

Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu masalah kesehatan penting, terutama pada kelompok usia dewasa. Penyakit ini sering tidak disadari karena gejalanya muncul perlahan dan mirip dengan gangguan saluran pernapasan lainnya.

Akibatnya, banyak penderita baru memeriksakan diri ketika kondisi sudah cukup lanjut. Padahal, TB pada orang dewasa dapat menimbulkan komplikasi serius serta menjadi sumber penularan jika tidak ditangani dengan tepat.

Apa Itu Tuberkulosis (TB)?

Tuberkulosis adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Pada orang dewasa, TB paling sering menyerang paru-paru (TB paru), namun juga dapat mengenai organ lain seperti kelenjar getah bening, tulang, ginjal, hingga sistem saraf pusat.

Penularan TB terjadi melalui udara, terutama saat penderita TB paru batuk, bersin, atau berbicara tanpa menutup mulut.

Berdasarkan Global Tuberculosis Report 2022 dari World Health Organization (WHO), sekitar 90% kasus TB di dunia terjadi pada kelompok usia dewasa. Kelompok usia ≥15 tahun menjadi penyumbang terbesar kasus, sementara anak-anak hanya sekitar 11% dari total kasus.

Selain itu, laki-laki dewasa dilaporkan lebih banyak menderita TB dibandingkan perempuan. Bentuk TB yang paling sering ditemukan adalah TB paru, yang berperan besar dalam penularan penyakit.

Gejala Tuberkulosis yang Perlu Diwaspadai

Gejala TB pada orang dewasa bisa ringan hingga berat, antara lain:

  • Mudah lelah dan lemas
  • Demam ringan berkepanjangan, terutama pada malam hari
  • Berkeringat di malam hari tanpa aktivitas berat
  • Penurunan berat badan dan nafsu makan
  • Batuk berdahak lebih dari 2 minggu, terkadang disertai darah

Batuk yang tidak kunjung sembuh sering menjadi tanda utama yang perlu segera diperiksa.

Gejala Tuberkulosis yang Perlu Diwaspadai

Gejala TB pada orang dewasa ...

Kanker Stadium Awal vs Stadium Lanjut: Perbedaan, Gejala, dan Peluang Hidup

Promosi Kesehatan (Nida Nafilah)

2026-03-30

14214

Kanker Stadium Awal vs Stadium Lanjut: Perbedaan, Gejala, dan Peluang Hidup

Kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian utama di dunia. Banyak kasus kanker baru terdeteksi ketika penyakit sudah berada pada stadium lanjut. Padahal, stadium saat kanker ditemukan sangat memengaruhi keberhasilan pengobatan dan peluang hidup pasien.

Tidak sedikit pasien datang ke fasilitas kesehatan setelah keluhan terasa berat, sehingga pilihan terapi menjadi lebih terbatas. Perbedaan antara kanker stadium awal dan stadium lanjut bukan hanya soal ukuran tumor, tetapi juga tingkat penyebaran penyakit dan respons terhadap pengobatan.

Karena itu, memahami perbedaan kedua stadium ini penting agar masyarakat lebih sadar akan pentingnya deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Apa Itu Kanker?

Dalam video edukasi RSUI “Jangan Anggap Remeh Kanker: Kenali, Cegah dan Obati”, dr. Aris Ramdhani, Sp.B menjelaskan bahwa kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali di dalam tubuh.

Sel kanker dapat terus membelah meskipun ruang dan nutrisi terbatas, merusak jaringan normal di sekitarnya, serta menyebar ke bagian tubuh lain (metastasis).

Kanker merupakan penyakit genetik pada tingkat sel, namun faktor lingkungan memiliki peran besar. Penyebab kanker bersifat multifaktorial, meliputi:

  • Faktor keturunan
  • Gaya hidup
  • Paparan karsinogen fisik, biologis, dan kimia

Perbedaan Kanker Stadium Awal dan Stadium Lanjut

1. Kanker Stadium Awal

Kanker stadium awal adalah kondisi ketika sel kanker masih terbatas pada organ asalnya dan belum menyebar ke jaringan sekitar maupun organ lain.

Ciri umum:

  • Belum menimbulkan gejala yang jelas
  • Penyebaran masih terbatas
  • Pengobatan lebih sederhana
  • Peluang keberhasilan terapi lebih tinggi

2. Kanker Stadium Lanjut

Kanker stadium lanjut terjadi ketika sel kanker telah menyebar ke jar...

Scaling Gigi Pengertian, Manfaat, Prosedur, dan Waktu yang Tepat Melakukannya

Promosi Kesehatan

2026-03-25

138

Scaling Gigi Pengertian, Manfaat, Prosedur, dan Waktu yang Tepat Melakukannya

Menjaga kesehatan gigi dan mulut bukan cuma soal penampilan, tapi juga berpengaruh pada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Sayangnya, masih banyak orang baru ke dokter gigi saat sudah muncul keluhan seperti gigi sakit, gusi berdarah, atau bau mulut.

Padahal, ada satu perawatan sederhana yang bisa mencegah berbagai masalah sejak awal, yaitu scaling gigi.

Scaling gigi merupakan prosedur yang umum dilakukan oleh dokter gigi untuk membersihkan karang gigi yang tidak bisa dihilangkan hanya dengan menyikat gigi di rumah.

Apa Itu Scaling Gigi?

Scaling gigi adalah prosedur pembersihan karang gigi menggunakan alat khusus yang dilakukan oleh dokter gigi atau tenaga kesehatan gigi profesional.

Karang gigi terbentuk dari plak yang menumpuk di permukaan gigi dan tidak dibersihkan secara optimal. Seiring waktu, plak akan mengeras sehingga tidak bisa dihilangkan hanya dengan sikat gigi.

Melalui scaling, dokter gigi akan membersihkan:

  • Plak dan karang gigi di permukaan gigi
  • Sela-sela gigi
  • Area di bawah garis gusi

Dengan begitu, kesehatan gigi dan gusi dapat terjaga dengan lebih optimal.

Manfaat Scaling Gigi untuk Kesehatan Mulut

Melakukan scaling gigi secara rutin memberikan berbagai manfaat, antara lain:

1. Mencegah radang gusi (gingivitis)
Karang gigi dapat menyebabkan iritasi pada gusi sehingga menjadi merah, bengkak, dan mudah berdarah. Scaling membantu mengurangi risiko tersebut.

2. Mencegah penyakit periodontal
Jika radang gusi tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi penyakit periodontal yang dapat merusak jaringan penyangga gigi dan menyebabkan gigi goyang.

3. Mengurangi bau mulut
Karang gigi bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab bau mulut. Dengan scaling, kebersihan mulut lebih terjaga dan napas menjadi lebih segar.

4. Menjaga k...

Informasi Pasien dan Pengunjung

Ayo Terhubung Dengan Kami,

RSUI Logo

Jl. Prof. DR. Bahder Djohan, Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16424

© Copyright 2025 | Rumah Sakit Universitas Indonesia. All Rights Reserved