
dr. Clara Petrisiela Indah Atmaja, dr. Annisa Yulman, Sp.A
2022-08-22
59322
Kelahiran sang Buah Hati tentunya menjadi momentum yang sangat membahagiakan bayi seluruh anggota keluarga, terutama bagi sang ibu. Saat-saat awal kehidupan bayi yang lahir dengan sehat dan bugar ini-pun merupakan kesempatan berharga untuk dapat memberikan kebutuhan yang ia perlukan yaitu kehangatan serta asupan kalori. Tanpa disadari bahwa kebutuhan tersebut dapat langsung dipenuhi melalui langkah sederhana yang disebut dengan Inisiasi Menyusu Dini (IMD).
Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan permulaan menyusu dini yang dilakukan dengan usaha bayi sendiri segera setelah ia lahir. IMD dapat dilakukan dengan meletakkan bayi dalam posisi tengkurap pada dada atau perut ibu tanpa terhalang oleh kain, selama minimal satu jam dimulai segera setelah bayi lahir. Dengan demikian terjadi kontak langsung antara kulit bayi dan kulit ibu (skin-to-skin contact), sehingga secara alami sang bayi akan mulai aktif merangkak untuk mencari payudara ibu (breast crawl) dan akan menemukan puting susu lalu segera menyusu. Peristiwa menakjubkan ini tentu saja memerlukan dukungan dari seluruh anggota keluarga maupun tim kesehatan yang membantu proses persalinan dengan menciptakan suasana yang tenang, nyaman bagi ibu serta bayi, dan juga kesabaran bagi keberhasilan bayi menemukan puting payudara sang ibu.
Kontak langsung antara kulit bayi dan kulit ibu segera setelah lahir ini memiliki dampak menguntungkan bagi keduanya. Selain tercipta ikatan kasih sayang antara ibu dan bayi sejak awal kehidupan, suhu tubuh ibu secara alami akan memberikan kehangatan bagi bayi. Kulit ibu ini bersifat termoregulasi bagi bayi, ibu akan memberikan suhu hangat ketika bayi merasa kedinginan dan kulit ibu akan menurunkan suhu tubuhnya saat bayi merasa kepanasan. Dalam melakukan IMD, tenaga kesehatan telah mengeringkan tubuh bayi termasuk kepalanya secara cepat, memberikan topi bayi untuk mengurangi pengeluaran panas dari kepalanya, dan tanpa dibedong bayi diposisikan tengkurap p...

Artha Uli Cristina, S.Ked, Stephanie Gosal, S.Ked
2022-08-18
3049
Di reviu oleh: dr. Dyandra Parikesit, BMedSc, SpU, FICS
Ayo, kenali mitos dan fakta tentang disfungsi ereksi!
1. Mitos: Disfungsi ereksi merupakan hal yang normal terjadi sesuai dengan penuaan dan lelaki harus belajar hidup dengan hal tersebut.
Fakta: Meskipun disfungsi ereksi memang lebih umum pada lelaki lansia, namun hal tersebut bukanlah sesuatu yang pasti terjadi.
2. Mitos: Disfungsi ereksi tidak dapat terjadi pada lelaki muda.
Fakta: Meskipun disfungsi ereksi lebih umum ditemukan pada laki-laki usia lebih dari 75 tahun, semua laki-laki di tiap rentang usia dapat memilikinya tergantung dengan penyakit dasarnya.
3. Mitos: Disfungsi ereksi bukanlah merupakan hal yang berbahaya.
Fakta: Disfungsi ereksi dapat menjadi tanda dini dari kondisi kesehatan yang lebih serius, seperti masalah jantung atau pembuluh darah. Sangat disarankan untuk bertemu dengan dokter apabila Anda memiliki disfungsi ereksi.
4. Mitos: Apabila Anda memiliki kesulitan untuk ereksi, hal tersebut dikarenakan Anda tidak tertarik dengan pasangan Anda.
Fakta: Banyak hal dapat menyebabkan masalah ereksi. Meskipun ketertarikan seksual juga mungkin dapat bermain peran, masalah kesehatan lainnya memiliki peluang yang lebih tinggi untuk menjadi penyebab.
Apakah disfungsi ereksi dapat disembuhkan?
Pengobatan disfungsi ereksi bergantung pada penyebabnya. Konseling psikologis dapat membantu disfungsi ereksi yang disebabkan oleh stres, kegelisahan, atau depresi -- atau kondisi hubungan dengan pasangan. Selain itu, perubahan gaya hidup juga dapat mengembalikan fungsi ereksi normal pada penis. Perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan adalah berhenti merokok, menurunkan berat badan, rutin berolahraga, berhenti menggunakan narkoba atau alkohol, dan memperbaiki hubungan dengan pasangan. Studi mengatakan, aktivitas aerobik intensitas sedang hingga berat dapat memperbaiki disfungsi ereksi.
Disfungsi ereksi juga dapat ditangani denga...

Tasya Kartika, S.Ked, Gabriella Regita Cendani, S.Ked, Jason Nathanael Adhimulia, S.Ked
2022-08-11
86998
Di reviu oleh: dr. Dyandra Parikesit, BMedSc, SpU, FICS
Anda atau pasangan Anda yang tidak puas dengan kualitas ereksi Anda?
Kekerasan penis tentu penting dalam berhubungan seksual. Namun, bagaimana jika ereksi Anda tidak cukup untuk penetrasi atau kekerasannya tidak dapat dipertahankan selama berhubungan seksual? Mengganggu, bukan? Jadi, bagaimana caranya menilai kualitas ereksi Anda?
Sekilas tentang Disfungsi Ereksi
Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk performa seksual yang memuaskan. Ereksi terjadi saat aliran darah ke penis meningkat karena pelebaran pembuluh darah penis sehingga penis dapat terisi oleh darah dan membesar. Proses ini diatur oleh berbagai faktor, dan gangguan pada faktor-faktor tersebut dapat mengakibatkan disfungsi ereksi. Pasien dengan disfungsi ereksi akan mengalami:
1. Kesulitan ereksi
2. Kesulitan mempertahankan ereksi
3. Penurunan gairah sexual
Penyebab disfungsi ereksi dapat diklasifikasikan menjadi psikologis dan organik (non-psikologis). Berbagai penelitian telah menunjukan bahwa lebih dari 80% kasus disfungsi ereksi disebabkan oleh penyebab organik. Penyebab psikologis dari disfungsi ereksi antara lain depresi dan gelisah, terutama gelisah yang berhubungan dengan ketidakmampuan mencapai ereksi sedangkan penyebab organik dari disfungsi ereksi adalah penyakit pembuluh darah, gangguan persarafan, gangguan hormonal, dan obat-obatan.
Bagaimana Mengukur Kekerasan Ereksi?
Erection Hardness Scale (EHS) digunakan untuk mengukur tingkat kekerasan ereksi berdasarkan observasi mandiri dari pasien. Pasien akan menilai sendiri kekerasan ereksinya dan memilih nilai antara 0 hingga 4.

dr. Clara Petrisiela Indah Atmaja, dr. Annisa Yulman, Sp.A
2022-08-22
59322
Kelahiran sang Buah Hati tentunya menjadi momentum yang sangat membahagiakan bayi seluruh anggota keluarga, terutama bagi sang ibu. Saat-saat awal kehidupan bayi yang lahir dengan sehat dan bugar ini-pun merupakan kesempatan berharga untuk dapat memberikan kebutuhan yang ia perlukan yaitu kehangatan serta asupan kalori. Tanpa disadari bahwa kebutuhan tersebut dapat langsung dipenuhi melalui langkah sederhana yang disebut dengan Inisiasi Menyusu Dini (IMD).
Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan permulaan menyusu dini yang dilakukan dengan usaha bayi sendiri segera setelah ia lahir. IMD dapat dilakukan dengan meletakkan bayi dalam posisi tengkurap pada dada atau perut ibu tanpa terhalang oleh kain, selama minimal satu jam dimulai segera setelah bayi lahir. Dengan demikian terjadi kontak langsung antara kulit bayi dan kulit ibu (skin-to-skin contact), sehingga secara alami sang bayi akan mulai aktif merangkak untuk mencari payudara ibu (breast crawl) dan akan menemukan puting susu lalu segera menyusu. Peristiwa menakjubkan ini tentu saja memerlukan dukungan dari seluruh anggota keluarga maupun tim kesehatan yang membantu proses persalinan dengan menciptakan suasana yang tenang, nyaman bagi ibu serta bayi, dan juga kesabaran bagi keberhasilan bayi menemukan puting payudara sang ibu.
Kontak langsung antara kulit bayi dan kulit ibu segera setelah lahir ini memiliki dampak menguntungkan bagi keduanya. Selain tercipta ikatan kasih sayang antara ibu dan bayi sejak awal kehidupan, suhu tubuh ibu secara alami akan memberikan kehangatan bagi bayi. Kulit ibu ini bersifat termoregulasi bagi bayi, ibu akan memberikan suhu hangat ketika bayi merasa kedinginan dan kulit ibu akan menurunkan suhu tubuhnya saat bayi merasa kepanasan. Dalam melakukan IMD, tenaga kesehatan telah mengeringkan tubuh bayi termasuk kepalanya secara cepat, memberikan topi bayi untuk mengurangi pengeluaran panas dari kepalanya, dan tanpa dibedong bayi diposisikan tengkurap p...

Artha Uli Cristina, S.Ked, Stephanie Gosal, S.Ked
2022-08-18
3049
Di reviu oleh: dr. Dyandra Parikesit, BMedSc, SpU, FICS
Ayo, kenali mitos dan fakta tentang disfungsi ereksi!
1. Mitos: Disfungsi ereksi merupakan hal yang normal terjadi sesuai dengan penuaan dan lelaki harus belajar hidup dengan hal tersebut.
Fakta: Meskipun disfungsi ereksi memang lebih umum pada lelaki lansia, namun hal tersebut bukanlah sesuatu yang pasti terjadi.
2. Mitos: Disfungsi ereksi tidak dapat terjadi pada lelaki muda.
Fakta: Meskipun disfungsi ereksi lebih umum ditemukan pada laki-laki usia lebih dari 75 tahun, semua laki-laki di tiap rentang usia dapat memilikinya tergantung dengan penyakit dasarnya.
3. Mitos: Disfungsi ereksi bukanlah merupakan hal yang berbahaya.
Fakta: Disfungsi ereksi dapat menjadi tanda dini dari kondisi kesehatan yang lebih serius, seperti masalah jantung atau pembuluh darah. Sangat disarankan untuk bertemu dengan dokter apabila Anda memiliki disfungsi ereksi.
4. Mitos: Apabila Anda memiliki kesulitan untuk ereksi, hal tersebut dikarenakan Anda tidak tertarik dengan pasangan Anda.
Fakta: Banyak hal dapat menyebabkan masalah ereksi. Meskipun ketertarikan seksual juga mungkin dapat bermain peran, masalah kesehatan lainnya memiliki peluang yang lebih tinggi untuk menjadi penyebab.
Apakah disfungsi ereksi dapat disembuhkan?
Pengobatan disfungsi ereksi bergantung pada penyebabnya. Konseling psikologis dapat membantu disfungsi ereksi yang disebabkan oleh stres, kegelisahan, atau depresi -- atau kondisi hubungan dengan pasangan. Selain itu, perubahan gaya hidup juga dapat mengembalikan fungsi ereksi normal pada penis. Perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan adalah berhenti merokok, menurunkan berat badan, rutin berolahraga, berhenti menggunakan narkoba atau alkohol, dan memperbaiki hubungan dengan pasangan. Studi mengatakan, aktivitas aerobik intensitas sedang hingga berat dapat memperbaiki disfungsi ereksi.
Disfungsi ereksi juga dapat ditangani denga...

Tasya Kartika, S.Ked, Gabriella Regita Cendani, S.Ked, Jason Nathanael Adhimulia, S.Ked
2022-08-11
86998
Di reviu oleh: dr. Dyandra Parikesit, BMedSc, SpU, FICS
Anda atau pasangan Anda yang tidak puas dengan kualitas ereksi Anda?
Kekerasan penis tentu penting dalam berhubungan seksual. Namun, bagaimana jika ereksi Anda tidak cukup untuk penetrasi atau kekerasannya tidak dapat dipertahankan selama berhubungan seksual? Mengganggu, bukan? Jadi, bagaimana caranya menilai kualitas ereksi Anda?
Sekilas tentang Disfungsi Ereksi
Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk performa seksual yang memuaskan. Ereksi terjadi saat aliran darah ke penis meningkat karena pelebaran pembuluh darah penis sehingga penis dapat terisi oleh darah dan membesar. Proses ini diatur oleh berbagai faktor, dan gangguan pada faktor-faktor tersebut dapat mengakibatkan disfungsi ereksi. Pasien dengan disfungsi ereksi akan mengalami:
1. Kesulitan ereksi
2. Kesulitan mempertahankan ereksi
3. Penurunan gairah sexual
Penyebab disfungsi ereksi dapat diklasifikasikan menjadi psikologis dan organik (non-psikologis). Berbagai penelitian telah menunjukan bahwa lebih dari 80% kasus disfungsi ereksi disebabkan oleh penyebab organik. Penyebab psikologis dari disfungsi ereksi antara lain depresi dan gelisah, terutama gelisah yang berhubungan dengan ketidakmampuan mencapai ereksi sedangkan penyebab organik dari disfungsi ereksi adalah penyakit pembuluh darah, gangguan persarafan, gangguan hormonal, dan obat-obatan.
Bagaimana Mengukur Kekerasan Ereksi?
Erection Hardness Scale (EHS) digunakan untuk mengukur tingkat kekerasan ereksi berdasarkan observasi mandiri dari pasien. Pasien akan menilai sendiri kekerasan ereksinya dan memilih nilai antara 0 hingga 4.
Tentang Kami
Informasi Pasien dan Pengunjung
© Copyright 2025 | Rumah Sakit Universitas Indonesia. All Rights Reserved