
Nicholas Adriel Emmanuel, S.Ked, Fanny Michelle, S.Ked, Damayanti Angelina, S.Ked Veren Putri, S.Ked
2022-07-18
47963
Di reviu oleh: dr. Dyandra Parikesit, BMedSc, SpU, FICS
Sirkumsisi (disebut juga sunat atau khitanan) merupakan metode pembedahan untuk membuang prepusium atau kulit khitan yang menutupi kepala penis. Praktik ini sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu sebagai bagian dari kebudayaan, kepercayaan, dan keagamaan. Di Indonesia sendiri, praktik ini sudah tidak asing lagi. Praktik sirkumsisi juga sering dikaitkan dengan proses menuju kedewasaan dan proses higienitas. Manfaat dari sirkumsisi juga sangat baik untuk kesehatan. Studi di Amerika menyebutkan bahwa dengan sirkumsisi, infeksi saluran kemih dapat dicegah, penyebaran berbagai virus seperti sifilis dan herpes dapat diturunkan, dan risiko terjadinya kanker penis lebih rendah. Dengan begitu banyak manfaat untuk kesehatan ditambah dengan dasar kepercayaan, sirkumsisi menjadi tindakan yang dianggap umum, baik, dan wajib dijalankan. Namun, sebenarnya kapan waktu yang tepat untuk melakukannya dan apakah semua laki-laki bisa menjalankan sirkumsisi?
Sirkumsisi dilakukan pada berbagai keadaan, tetapi sirkumsisi tidak selalu diperlukan. Keputusan sirkumsisi tidak hanya mempertimbangkan kondisi medis, namun juga sesuai faktor kebudayaan dan keagamaan. Kondisi medis yang wajib memerlukan sirkumsisi adalah fimosis, yakni kondisi ketika kulit prepusium sulit ditarik dan balanopostitis, yakni kondisi kemerahan dan bengkak pada prepusium dan kepala penis. Selain itu, kondisi yang relatif membutuhkan sirkumsisi adalah sebagai berikut:
Sirkumsisi lebih baik dilakukan pada bayi dan anak kecil laki-laki. Pada bayi dan anak kecil, prosedur sirkumsisi lebih sederhana dan cepat. Risiko komplikasi dan perdarahan juga lebih kecil. Selain itu, waktu penyembuhan lebih cepat dengan hasil lebih baik, yaitu 2 minggu p...

dr. Faisal Parlindungan, Sp.PD-KR
2022-07-06
25700
“Delapan belas tahun bersahabat dengan lupus. Bersamanya aku bahagia, walau tak sempurna”
-Dikutip dari seorang penyintas lupus saat memperingati Hari Lupus Sedunia 2022 yang diadakan oleh Perhimpunan Reumatologi Indonesia
Lupus merupakan penyakit reumatik-autoimun yang cukup banyak dijumpai di Indonesia. Data poliklinik reumatologi di beberapa rumah sakit di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan kunjungan pasien lupus yaitu dari 17,9-27,2% (tahun 2015) menjadi 30,3-58% (tahun 2017). Untuk meningkatkan kesadaran terhadap lupus, maka dilakukan peringatan Hari Lupus Sedunia setiap tahun tanggal 10 Mei. Hari Lupus Sedunia tahun 2022 di Indonesia mengangkat judul besar “Kenali Lebih Dekat untuk Hidup Lebih Baik” untuk meningkatkan pemahaman dan menggalang dukungan bagi para penyintas lupus.
Apa itu Lupus dan Apakah itu Berbahaya?
Lupus adalah penyakit reumatik-autoimun yang dapat menyerang banyak organ. Penyakit ini disebabkan karena adanya kelainan pada sistem imun yang salah mengenali sel tubuh sendiri sebagai musuh dan menyerang sel tubuh sendiri melalui proses peradangan yang bersifat merusak. Peradangan ini dapat terjadi di kulit, sendi, ginjal, otak, darah, jantung, dan paru-paru. Jika kerusakan terus berlanjut, dapat terjadi kegagalan organ.
Apakah saya Berisiko Menderita Lupus?
Masih belum diketahui secara pasti bagaimana lupus dapat terjadi. Namun, diyakini bahwa faktor genetik dan lingkungan memainkan peran secara bersamaan.

dr. Dyandra Parikesit, BMedSc, SpU
2022-06-29
6236
Varikokel merupakan kondisi yang sering ditemukan pada pria usia produktif. Varikokel umumnya dialami oleh pria dewasa sekitar 15 persen dan remaja pria sekitar 20 persen. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai keluhan seperti nyeri pada testis, ukuran testis yang mengecil, kelainan atau perubahan hormon pria, bahkan penurunan kualitas sperma yang dapat menyebabkan infertilitas (tidak memiliki keturunan) pada pria.
Varikokel merupakan kondisi dimana pembuluh darah sekitar buah zakar (testis) didalam kantung zakar (skrotum) membesar. Pada kasus tertentu, pembedahan perlu dilakukan pada penderita varikokel untuk membantu meringankan bahkan menghilangkan keluhan dan gejalanya.
Meskipun banyak teknik operasi dalam penanganan varikokel, seperti laparoskopi, operasi terbuka, embolisasi, dan skleroterapi, terapi operatif mikroligasi varikokel dengan bantuan mikroskop diketahui merupakan baku emas dalam penanganan varikokel. Selain dapat mengidentifikasi pembuluh darah yang berukuran sangat kecil, mikroskop juga dapat membantu dokter memisahkan jaringan sekitar seperti pembuluh darah arteri, kelenjar getah bening dan saluran sperma agar tidak terikat dan terpotong. Bukan hanya dalam hal penglihatan saat operasi saja, dengan menggunakan mikroskop, tidak dibutuhkan ukuran sayatan yang besar, sehingga menurunkan jumlah perdarahan dan nyeri pasca operasi. Berkat bantuan mikroskop, angka keberhasilan operasi meningkat dan angka komplikasinya lebih rendah.
Kini RSUI dapat melakukan pembedahan mikroligasi varikokel dengan teknologi canggih, yaitu dengan bantuan alat mikroskop bernama Zeiss OPMI PANTERO 900. Dengan teknologi tersebut, penderita varikokel tidak perlu khawatir dengan tingkat keberhasilannya.
Jangan ragu untuk bertanya dan berkonsultasi dengan dokter di RSUI bila Anda mengalami gangguan berkemih....

Nicholas Adriel Emmanuel, S.Ked, Fanny Michelle, S.Ked, Damayanti Angelina, S.Ked Veren Putri, S.Ked
2022-07-18
47963
Di reviu oleh: dr. Dyandra Parikesit, BMedSc, SpU, FICS
Sirkumsisi (disebut juga sunat atau khitanan) merupakan metode pembedahan untuk membuang prepusium atau kulit khitan yang menutupi kepala penis. Praktik ini sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu sebagai bagian dari kebudayaan, kepercayaan, dan keagamaan. Di Indonesia sendiri, praktik ini sudah tidak asing lagi. Praktik sirkumsisi juga sering dikaitkan dengan proses menuju kedewasaan dan proses higienitas. Manfaat dari sirkumsisi juga sangat baik untuk kesehatan. Studi di Amerika menyebutkan bahwa dengan sirkumsisi, infeksi saluran kemih dapat dicegah, penyebaran berbagai virus seperti sifilis dan herpes dapat diturunkan, dan risiko terjadinya kanker penis lebih rendah. Dengan begitu banyak manfaat untuk kesehatan ditambah dengan dasar kepercayaan, sirkumsisi menjadi tindakan yang dianggap umum, baik, dan wajib dijalankan. Namun, sebenarnya kapan waktu yang tepat untuk melakukannya dan apakah semua laki-laki bisa menjalankan sirkumsisi?
Sirkumsisi dilakukan pada berbagai keadaan, tetapi sirkumsisi tidak selalu diperlukan. Keputusan sirkumsisi tidak hanya mempertimbangkan kondisi medis, namun juga sesuai faktor kebudayaan dan keagamaan. Kondisi medis yang wajib memerlukan sirkumsisi adalah fimosis, yakni kondisi ketika kulit prepusium sulit ditarik dan balanopostitis, yakni kondisi kemerahan dan bengkak pada prepusium dan kepala penis. Selain itu, kondisi yang relatif membutuhkan sirkumsisi adalah sebagai berikut:
Sirkumsisi lebih baik dilakukan pada bayi dan anak kecil laki-laki. Pada bayi dan anak kecil, prosedur sirkumsisi lebih sederhana dan cepat. Risiko komplikasi dan perdarahan juga lebih kecil. Selain itu, waktu penyembuhan lebih cepat dengan hasil lebih baik, yaitu 2 minggu p...

dr. Faisal Parlindungan, Sp.PD-KR
2022-07-06
25700
“Delapan belas tahun bersahabat dengan lupus. Bersamanya aku bahagia, walau tak sempurna”
-Dikutip dari seorang penyintas lupus saat memperingati Hari Lupus Sedunia 2022 yang diadakan oleh Perhimpunan Reumatologi Indonesia
Lupus merupakan penyakit reumatik-autoimun yang cukup banyak dijumpai di Indonesia. Data poliklinik reumatologi di beberapa rumah sakit di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan kunjungan pasien lupus yaitu dari 17,9-27,2% (tahun 2015) menjadi 30,3-58% (tahun 2017). Untuk meningkatkan kesadaran terhadap lupus, maka dilakukan peringatan Hari Lupus Sedunia setiap tahun tanggal 10 Mei. Hari Lupus Sedunia tahun 2022 di Indonesia mengangkat judul besar “Kenali Lebih Dekat untuk Hidup Lebih Baik” untuk meningkatkan pemahaman dan menggalang dukungan bagi para penyintas lupus.
Apa itu Lupus dan Apakah itu Berbahaya?
Lupus adalah penyakit reumatik-autoimun yang dapat menyerang banyak organ. Penyakit ini disebabkan karena adanya kelainan pada sistem imun yang salah mengenali sel tubuh sendiri sebagai musuh dan menyerang sel tubuh sendiri melalui proses peradangan yang bersifat merusak. Peradangan ini dapat terjadi di kulit, sendi, ginjal, otak, darah, jantung, dan paru-paru. Jika kerusakan terus berlanjut, dapat terjadi kegagalan organ.
Apakah saya Berisiko Menderita Lupus?
Masih belum diketahui secara pasti bagaimana lupus dapat terjadi. Namun, diyakini bahwa faktor genetik dan lingkungan memainkan peran secara bersamaan.

dr. Dyandra Parikesit, BMedSc, SpU
2022-06-29
6236
Varikokel merupakan kondisi yang sering ditemukan pada pria usia produktif. Varikokel umumnya dialami oleh pria dewasa sekitar 15 persen dan remaja pria sekitar 20 persen. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai keluhan seperti nyeri pada testis, ukuran testis yang mengecil, kelainan atau perubahan hormon pria, bahkan penurunan kualitas sperma yang dapat menyebabkan infertilitas (tidak memiliki keturunan) pada pria.
Varikokel merupakan kondisi dimana pembuluh darah sekitar buah zakar (testis) didalam kantung zakar (skrotum) membesar. Pada kasus tertentu, pembedahan perlu dilakukan pada penderita varikokel untuk membantu meringankan bahkan menghilangkan keluhan dan gejalanya.
Meskipun banyak teknik operasi dalam penanganan varikokel, seperti laparoskopi, operasi terbuka, embolisasi, dan skleroterapi, terapi operatif mikroligasi varikokel dengan bantuan mikroskop diketahui merupakan baku emas dalam penanganan varikokel. Selain dapat mengidentifikasi pembuluh darah yang berukuran sangat kecil, mikroskop juga dapat membantu dokter memisahkan jaringan sekitar seperti pembuluh darah arteri, kelenjar getah bening dan saluran sperma agar tidak terikat dan terpotong. Bukan hanya dalam hal penglihatan saat operasi saja, dengan menggunakan mikroskop, tidak dibutuhkan ukuran sayatan yang besar, sehingga menurunkan jumlah perdarahan dan nyeri pasca operasi. Berkat bantuan mikroskop, angka keberhasilan operasi meningkat dan angka komplikasinya lebih rendah.
Kini RSUI dapat melakukan pembedahan mikroligasi varikokel dengan teknologi canggih, yaitu dengan bantuan alat mikroskop bernama Zeiss OPMI PANTERO 900. Dengan teknologi tersebut, penderita varikokel tidak perlu khawatir dengan tingkat keberhasilannya.
Jangan ragu untuk bertanya dan berkonsultasi dengan dokter di RSUI bila Anda mengalami gangguan berkemih....
Tentang Kami
Informasi Pasien dan Pengunjung
© Copyright 2025 | Rumah Sakit Universitas Indonesia. All Rights Reserved