Artikel Kesehatan

Kenali Skrining Hipotiroid Kongenital pada Bayi Baru Lahir

dr. Annisa Rahmania Yulman, Sp.A

2021-05-24

75730

Kenali Skrining Hipotiroid Kongenital pada Bayi Baru Lahir

Memiliki calon bayi yang lahir dengan sehat dan sempurna merupakan impian dari setiap orangtua. Ada banyak pemeriksaan yang dilakukan saat bayi baru lahir. Salah satu deteksi dini yang dilakukan pada bayi baru lahir adalah skrining hipotiroid kongenital. Hipotiroid kongenital adalah kelainan akibat kekurangan hormon tiroid yang terjadi sejak dalam kandungan.

Kejadian hipotiroid kongenital mencapai 1: 3000 kelahiran di seluruh dunia. Indonesia belum memiliki angka kejadian hipotiroid kongenital yang pasti. Penelitian di RSCM pada tahun 2000-2014 menemukan rasio kejadian hipotiroid kongenital pada bayi baru lahir yang diskrining mencapai 1: 2135 kelahiran (lebih tinggi dibandingkan angka rasio global). Bila angka kelahiran anak di Indonesia mencapai 5 juta/tahun, terdapat lebih dari 2000 bayi baru lahir yang menderita hipotiroid kongenital per tahun dan akan terakumulasi setiap tahunnya. Angka yang tinggi tersebut dapat berakibat munculnya generasi penerus dengan kurangnya kualitas SDM pembangunan dan kerugian bagi bangsa dan negara.

Hormon tiroid memiliki peran sangat penting dalam hal metabolisme (metabolisme protein, lemak, karbohidrat) dan aktivitas fisiologik hampir seluruh organ tubuh manusia. Kekurangan atau kelebihan hormon ini akan menimbulkan gangguan pada beberapa proses metabolisme dan aktivitas fisiologik yang akan memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan berbagai jaringan termasuk sistem saraf dan otak. Hormon ini disekresi oleh kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid merupakan kelenjar endokrin murni terbesar dalam tubuh manusia yang terletak di leher bagian depan dan terdiri dari 2 bagian (lobus kanan dan lobus kiri) yang menyatu pada bagian tengah seperti kupu-kupu.  Kelenjar ini mengeluarkan hormon tiroid (hormon tiroksin, T4 dan triidotironin, T3) yang diatur melalui mekanisme umpan balik bersama thyroid stimulating hormone (TSH).

Hipotiroid kongenital adalah kelainan akibat kekurangan hormon tiroid yang terjadi sejak ...

Tips Diet untuk Menurunkan Berat Badan

dr. Wahyu Ika Wardhani, MBiomed, MGizi, SpGK

2021-05-24

22073

Tips Diet untuk Menurunkan Berat Badan

Pendahuluan

Idealnya, penurunan berat badan yang sehat adalah sekitar 0,5–1 kg per minggu. Meski terlihat lambat, tetapi cara ini terbukti efektif mempertahankan berat badan ideal dalam jangka panjang.

Diet untuk menurunkan berat badan harus diimbangi dengan tetap aktif dan latihan fisik. Beberapa obat, penyakit, dan pola makan yang salah dapat menyebabkan peningkatan berat badan yang tidak diinginkan. Selain bersifat individual, untuk dapat mencapai tujuan berat badan yang diinginkan, perlu komitmen yang kuat dan sikap menikmati prosesnya, agar Anda bisa menjalani diet dan pola hidup sehat tersebut secara rutin. Penurunan berat badan yang terlalu cepat bisa menyebabkan depresi, mudah lelah, masalah rambut dan kulit, gangguan menstruasi, dan efek YoYo (berat badan naik lebih dari sebelum diet).

Risiko Penyakit akibat Obesitas

  • Obesitas berisiko 2 kali lipat mengakibatkan terjadinya Serangan jantung koroner, Stroke, Diabetes melitus (kencing manis), dan Hipertensi (tekanan darah tinggi).
  • Obesitas berisiko 3 kali lipat terkena batu empedu.
  • Obesitas berisiko mengakibatkan terjadinya sumbatan nafas ketika sedang tidur.
  • Obesitas berisiko tinggi untuk mengakibatkan penyakit kanker. Laki-laki berisiko tinggi menderita kanker usus besar dan kelenjar prostat, sedangkan Wanita berisiko tinggi untuk menderita kanker payudara dan leher rahim.
  • Obesitas berisiko meningkatkan lemak dalam darah dan asam urat.
  • Obesitas dapat mengakibatkan menurunnya tingkat kesuburan reproduksi.
  • Obesitas dapat meningkatkan keparahan COVID-19.

Cara Meningkatkan Motivasi

  • Tetapkan tujuan
  • Buat target yang realistis
  • Fokus pada proses
  • Sesuaikan rencana diet sesuai dengan kebiasaan masing-masing individu
  • Buat catatan atau perjalanan penurunan berat badan
  • Rayakan keberhasilan
  • Temukan komunitas yang m...

Anakku Pilek Lagi?

dr. Niken Lestari Poerbonegoro, Sp.THT-KL (K)

2021-05-24

16221

Anakku Pilek Lagi?

Apakah anak Anda sering mengalami pilek?

Apakah anak Anda sering bersin di pagi hari?

Jika ya, anak Anda mungkin menderita pilek alergi atau yang dikenal dengan istilah medis “rinitis alergi”.

Rinitis berasal dari kata rino yang berarti hidung dan itis yang berarti radang, sehingga rinitis merupakan peradangan yang terjadi pada hidung. Gejala rinitis alergi hampir serupa dengan “flu”, yaitu bersin berulang, hidung beringus cair, hidung gatal dan hidung tersumbat. Namun demikian, penyebab rinitis alergi berbeda dengan flu yang disebabkan oleh infeksi virus.

Rinitis alergi terjadi akibat adanya pajanan zat pemicu alergi, yang disebut dengan alergen, berupa tungau debu rumah, bulu kucing/anjing, atau serbuk sari tanaman. Selain itu, biasanya penderita rinitis alergi menjadi lebih sensitif terhadap stimulus non spesifik, seperti suhu dingin, bau yang menyengat, dan juga asap rokok.

Rinitis alergi bukan merupakan penyakit infeksi. Oleh karena itu, gejala rinitis alergi tidak disertai dengan demam, sakit tenggorok atau sakit menelan. Rinitis alergi juga sering dianggap sebagai sinusitis, namun kedua penyakit ini sebenarnya berbeda. Pada sinusitis keluhan hidung tersumbat umumnya sangat dominan disertai sakit kepala atau gangguan penciuman, bahkan bisa disertai demam. Gejala rinitis alergi umumnya muncul di pagi atau malam hari, dan membaik atau menghilang di siang atau sore hari. Gejala dapat muncul sepanjang tahun, tidak bergantung pada iklim atau cuaca, karena pemicunya selalu ada.

Jangan menganggap remeh pilek alergi ya, Ayah dan Bunda!

Gejala dapat timbul hampir setiap hari dan seringkali anak Anda tidak mengeluh, sehingga penyakit ini sering dianggap sepele. Berat ringannya gejala rinitis alergi memang sangat bervariasi. Jika terus dibiarkan, gejala dapat menimbulkan berbagai macam gangguan yaitu sulit berkonsentrasi, belajar...

Informasi Pasien dan Pengunjung

Ayo Terhubung Dengan Kami,

RSUI Logo

Jl. Prof. DR. Bahder Djohan, Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16424

© Copyright 2025 | Rumah Sakit Universitas Indonesia. All Rights Reserved