
Oleh: dr. Aditya Wirawan, Sp.P, Ph.D dan dr. Tutug Kinasih
2023-01-03
30423
Bentuk Rokok Elektrik
Rokok elektrik (e-cigarettes) bukan barang baru di Indonesia dan lebih dikenal dengan sebutan vape. Benda ini sudah lama diperbincangkan beberapa tahun belakang. Vape merupakan perangkat yang dioperasikan dengan baterai untuk memompa nikotin atau aerosol e-liquid psikoaktif lainnya tanpa perlu adanya pembakaran tembakau. Rokok elektrik ini terkenal juga dengan berbagai nama, seperti “e-cigs”, “vapes”, “mods”, “tank systems”, “e-hookahs”, “vape pens”, dan “electronic nicotine delivery systems (ENDS). Penggunaan rokok elektrik disebut dengan vaping. Evolusi perangkat vaping hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran. Ada yang dibuat agar terlihat seperti rokok biasa, cerutu, atau pipa. Bahkan ada yang dibentuk menyerupai pena, stik Universal Serial Bus (USB), dan barang sehari-hari lainnya.
Barang ini semakin populer berkat strategi pemasaran yang sangat aktif dan masif. Klaim awal vape adalah sebagai alternatif rokok yang lebih aman dari rokok konvensional atau rokok tembakau. Klaim ini telah memikat pengguna dengan pemikiran bahwa rokok elektrik memiliki efek pernapasan yang kurang berbahaya daripada konsumsi rokok tembakau. Vape juga telah digaungkan sebagai salah satu alat untuk terapi berhenti merokok. Pemasaran vape yang agresif telah menyebabkan meningkatnya pengguna vape dari kalangan remaja sampai dewasa muda selama beberapa tahun terakhir. Alat yang kecil, lebih murah, dapat diisi ulang, dengan beragam rasa dan kekinian adalah daya tarik tersendiri dari rokok elektrik ini. Vape menjelma menjadi suatu gaya hidup dan kultur baru di tengah masyarakat. Bujuk rayu “less harmfull” yang digaungkan membuatnya kian akrab menjadi trend rokok masa kini. Alih-alih menjadi alternatif rokok tembakau, vape telah menjadi candu bagi banyak orang terutama kaum ...

dr. Cynthia Centauri Sp.A
2023-01-03
15757
Tanggal 31 Mei setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Walaupun kampanye anti tembakau terus didengungkan, namun kesadaran masyarakat Indonesia untuk berhenti merokok belum membaik. Hal ini tercermin dari jumlah persentase perokok pada usia ≥15 tahun yang tetap tinggi dan tidak mengalami penurunan bermakna. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase perokok usia ≥15 tahun di Indonesia pada tahun 2019 sebanyak 29.03%, 2020 sebanyak 28,69%, dan pada tahun 2021 sebanyak 28,96%.
Asap tembakau dari rokok tidak hanya merugikan bagi sang perokok (perokok aktif), namun juga dapat membahayakan bagi orang disekelilingnya (perokok pasif), terutama anak-anak. World Health Organization (WHO) menyebutkan tembakau membunuh setidaknya delapan juta orang per tahun, dengan 7 juta kematian terjadi pada perokok atau pengguna langsung tembakau, sedangkan 1 juta kematian terjadi akibat dampak tidak langsung asap tembakau pada orang disekitarnya. Sebatang rokok mengandung 4000 senyawa kimia, 400 zat berbahaya, dan 43 zat penyebab kanker (karsinogenik). Merokok tidak hanya menyebabkan penyakit pernapasan (seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), bronkitis, emfisema, asma, dan kanker paru) namun juga bisa menyebabkan banyak penyakit serius lainnya seperti jantung, diabetes, bahkan kanker.
Anak-anak yang terpapar rokok sangat berisiko terhadap berbagai penyakit berbahaya. Senyawa kimia pada asap rokok dapat memengaruhi pengaturan pusat bernapas bayi di otak sehingga dapat meningkatkan risiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau kematian mendadak. Berbagai penelitian melaporkan anak yang terpapar asap rokok lebih rentan sakit seperti infeksi telinga, pneumonia, bronkitis, maupun asma. Serangan asma berat maupun pneumonia pada anak merupakan penyakit serius yang dapat mengancam nyawa. Gangguan perilaku pada anak seperti hiperaktif atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) juga dilaporkan lebih sering terjadi pada anak ya...

dr. Dyandra Parikesit, BMedSc, SpU
2022-12-28
140223
Vasektomi adalah prosedur pembedahan yang dilakukan untuk membuat pria mandul secara permanen atau tidak dapat menjadi ayah dari seorang anak. Selama prosedur, vas deferens, yaitu saluran yang membawa sperma dari testis ke penis, dipotong atau disumbat. Hal ini mencegah sperma bercampur dengan air mani saat pria ejakulasi, sehingga tidak terjadi pembuahan. Vasektomi memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan tindakan kontrasepsi lainnya seperti:
Prosedur vasektomi biasanya dilakukan secara rawat jalan, klinik, atau ruang operasi. Pada umumnya membutuhkan waktu kurang dari 30 menit dan dilakukan dengan anestesi lokal, artinya area di sekitar vas deferens mati rasa dengan suntikan. Dalam beberapa kasus, prosedur dapat dilakukan dengan bius total, yang berarti pasien akan ditidurkan.
Setelah dilakukan vasektomi, seorang pria masih dapat ereksi dan ejakulasi, tetapi ejakulasi tidak akan mengandung sperma. Diperlukan waktu beberapa bulan untuk semua sperma dibersihkan dari vas deferens, jadi penting untuk menggunakan bentuk kontrasepsi alternatif sampai analisis semen lanjutan memastikan bahwa vasektomi telah berhasil dan tidak ditemukan sperma lagi pada ejakulat.
Ada beberapa potensi risiko dan komplikasi yang terkait dengan vasektomi, termasuk infeksi, perdarahan, dan nyeri. Namun, komplikasi ini jarang terjadi dan kebanyakan pria yang menjalani prosedur ini hanya mengalami sedikit masalah.
Vasektomi dianggap sebagai bentuk pengendalian kelahiran atau keluarga berencana yang sangat efektif, dengan tingkat keberhasilan lebih dari 99%. Ini adalah ben...

Oleh: dr. Aditya Wirawan, Sp.P, Ph.D dan dr. Tutug Kinasih
2023-01-03
30423
Bentuk Rokok Elektrik
Rokok elektrik (e-cigarettes) bukan barang baru di Indonesia dan lebih dikenal dengan sebutan vape. Benda ini sudah lama diperbincangkan beberapa tahun belakang. Vape merupakan perangkat yang dioperasikan dengan baterai untuk memompa nikotin atau aerosol e-liquid psikoaktif lainnya tanpa perlu adanya pembakaran tembakau. Rokok elektrik ini terkenal juga dengan berbagai nama, seperti “e-cigs”, “vapes”, “mods”, “tank systems”, “e-hookahs”, “vape pens”, dan “electronic nicotine delivery systems (ENDS). Penggunaan rokok elektrik disebut dengan vaping. Evolusi perangkat vaping hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran. Ada yang dibuat agar terlihat seperti rokok biasa, cerutu, atau pipa. Bahkan ada yang dibentuk menyerupai pena, stik Universal Serial Bus (USB), dan barang sehari-hari lainnya.
Barang ini semakin populer berkat strategi pemasaran yang sangat aktif dan masif. Klaim awal vape adalah sebagai alternatif rokok yang lebih aman dari rokok konvensional atau rokok tembakau. Klaim ini telah memikat pengguna dengan pemikiran bahwa rokok elektrik memiliki efek pernapasan yang kurang berbahaya daripada konsumsi rokok tembakau. Vape juga telah digaungkan sebagai salah satu alat untuk terapi berhenti merokok. Pemasaran vape yang agresif telah menyebabkan meningkatnya pengguna vape dari kalangan remaja sampai dewasa muda selama beberapa tahun terakhir. Alat yang kecil, lebih murah, dapat diisi ulang, dengan beragam rasa dan kekinian adalah daya tarik tersendiri dari rokok elektrik ini. Vape menjelma menjadi suatu gaya hidup dan kultur baru di tengah masyarakat. Bujuk rayu “less harmfull” yang digaungkan membuatnya kian akrab menjadi trend rokok masa kini. Alih-alih menjadi alternatif rokok tembakau, vape telah menjadi candu bagi banyak orang terutama kaum ...

dr. Cynthia Centauri Sp.A
2023-01-03
15757
Tanggal 31 Mei setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Walaupun kampanye anti tembakau terus didengungkan, namun kesadaran masyarakat Indonesia untuk berhenti merokok belum membaik. Hal ini tercermin dari jumlah persentase perokok pada usia ≥15 tahun yang tetap tinggi dan tidak mengalami penurunan bermakna. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase perokok usia ≥15 tahun di Indonesia pada tahun 2019 sebanyak 29.03%, 2020 sebanyak 28,69%, dan pada tahun 2021 sebanyak 28,96%.
Asap tembakau dari rokok tidak hanya merugikan bagi sang perokok (perokok aktif), namun juga dapat membahayakan bagi orang disekelilingnya (perokok pasif), terutama anak-anak. World Health Organization (WHO) menyebutkan tembakau membunuh setidaknya delapan juta orang per tahun, dengan 7 juta kematian terjadi pada perokok atau pengguna langsung tembakau, sedangkan 1 juta kematian terjadi akibat dampak tidak langsung asap tembakau pada orang disekitarnya. Sebatang rokok mengandung 4000 senyawa kimia, 400 zat berbahaya, dan 43 zat penyebab kanker (karsinogenik). Merokok tidak hanya menyebabkan penyakit pernapasan (seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), bronkitis, emfisema, asma, dan kanker paru) namun juga bisa menyebabkan banyak penyakit serius lainnya seperti jantung, diabetes, bahkan kanker.
Anak-anak yang terpapar rokok sangat berisiko terhadap berbagai penyakit berbahaya. Senyawa kimia pada asap rokok dapat memengaruhi pengaturan pusat bernapas bayi di otak sehingga dapat meningkatkan risiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau kematian mendadak. Berbagai penelitian melaporkan anak yang terpapar asap rokok lebih rentan sakit seperti infeksi telinga, pneumonia, bronkitis, maupun asma. Serangan asma berat maupun pneumonia pada anak merupakan penyakit serius yang dapat mengancam nyawa. Gangguan perilaku pada anak seperti hiperaktif atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) juga dilaporkan lebih sering terjadi pada anak ya...

dr. Dyandra Parikesit, BMedSc, SpU
2022-12-28
140223
Vasektomi adalah prosedur pembedahan yang dilakukan untuk membuat pria mandul secara permanen atau tidak dapat menjadi ayah dari seorang anak. Selama prosedur, vas deferens, yaitu saluran yang membawa sperma dari testis ke penis, dipotong atau disumbat. Hal ini mencegah sperma bercampur dengan air mani saat pria ejakulasi, sehingga tidak terjadi pembuahan. Vasektomi memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan tindakan kontrasepsi lainnya seperti:
Prosedur vasektomi biasanya dilakukan secara rawat jalan, klinik, atau ruang operasi. Pada umumnya membutuhkan waktu kurang dari 30 menit dan dilakukan dengan anestesi lokal, artinya area di sekitar vas deferens mati rasa dengan suntikan. Dalam beberapa kasus, prosedur dapat dilakukan dengan bius total, yang berarti pasien akan ditidurkan.
Setelah dilakukan vasektomi, seorang pria masih dapat ereksi dan ejakulasi, tetapi ejakulasi tidak akan mengandung sperma. Diperlukan waktu beberapa bulan untuk semua sperma dibersihkan dari vas deferens, jadi penting untuk menggunakan bentuk kontrasepsi alternatif sampai analisis semen lanjutan memastikan bahwa vasektomi telah berhasil dan tidak ditemukan sperma lagi pada ejakulat.
Ada beberapa potensi risiko dan komplikasi yang terkait dengan vasektomi, termasuk infeksi, perdarahan, dan nyeri. Namun, komplikasi ini jarang terjadi dan kebanyakan pria yang menjalani prosedur ini hanya mengalami sedikit masalah.
Vasektomi dianggap sebagai bentuk pengendalian kelahiran atau keluarga berencana yang sangat efektif, dengan tingkat keberhasilan lebih dari 99%. Ini adalah ben...
Tentang Kami
Informasi Pasien dan Pengunjung
© Copyright 2025 | Rumah Sakit Universitas Indonesia. All Rights Reserved