
dr. Dyandra Parikesit, BMedSc, SpU
2022-11-01
6594
Pembesaran prostat merupakan kondisi normal yang akan dialami oleh tiap laki-laki, sebagian besar pembesaran prostat merupakan jinak dan hanya sebagian kecil pembesaran tersebut memerlukan terapi operasi, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai tanda dan gejala pembesaran prostat silahkan membaca artikel kami berjudul Apakah Normal Memiliki Gangguan Berkemih pada Pria Usia Lanjut?.
Menurut Panduan Penatalaksaan Klinis Pembesaran Prostat Jinak (PPJ) yang dikeluarkan oleh Ikatan Ahli Urologi Indonesia, indikasi untuk operasi PPJ dibagi menjadi 2 yaitu absolut dan relatif. Indikasi absolut adalah retensi urin akut (tidak dapat berkemih sama sekali), gagal percobaan lepas kateter, Infeksi saluran kemih berulang, berkemih darah berulang, batu kandung kemih, penurunan fungsi ginjal yang disebabkan oleh PPJ, dan perubahan bentuk kandung kemih dan saluran kemih bagian atas akibat PPJ. Sementara indikasi relatif operasi berupa keluhan sedang hingga berat yang tidak menunjukkan perbaikan setelah pemberian terapi obat dan pasien menolak pemberian terapi obat (keinginan pasien).
Peralatan operasi prostat beragam, mulai dari menggunakan aliran listrik monopolar, bipolar, dan laser. Namun, diketahui bahwa teknik terbaik saat ini adalah enukleasi (dibandingkan dengan teknik mengerok prostat secara konvensional). Banyak manfaat yang didapatkan dari teknik ini, untuk informasi lebih lanjut, silahkan membaca artikel kami dengan judul Tindakan Operasi Terkini untuk Pasien dengan Pembesaran Prostat Jinak (PPJ).
Saat ini di Rumah Sakit Universitas Indonesia, KSM Urologi sudah mengerjakan lebih dari 20 tindakan enukleasi prostat (Transurethral enuc...

dr. Aris Ramdhani, Sp. B, Siti Nurlatifah, SKM, Nurhasanah, S.Gz
2022-10-26
5955
Salah satu kanker yang paling banyak di Indonesia adalah kanker payudara. Berdasarkan data Global Cancer Observatory 2020 dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan kasus kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia adalah kanker payudara, yakni 65 858 atau 16.6% dari total 396.914 kasus kanker.
Terdiagnosis kanker payudara, bukanlah hal yang mudah bagi seorang perempuan untuk menerima kenyataan. Selain memikirkan peluang kesembuhan, sebagian besar perempuan tidak siap untuk kehilangan payudara apabila harus operasi pengakatan payudara. Lalu apa yang harus dilakukan apabila seorang perempuan mengetahui dirinya terdiagnosis kanker payudara?
Jika benar terdiagnosis kanker payudara, prinsip penting yang pertama yaitu semakin dini stadium saat ditemukan maka semakin besar kemungkinan keberhasilan terapi. Terapi pilihan pertama pada kanker payudara adalah operasi. Operasi akan mengeliminasi sumber kanker yang berpotensi melepaskan anak sebar dengan syarat kanker tersebut masih resectable atau tidak ada penyebaran jauh.
Apabila kanker bersifat invasif, operasi saja tidak cukup karena ada ancaman penyebaran di organ jauh, sehingga butuh terapi tambahan (adjuvan) yang bersifat sistemik (mengenai seluruh organ di tubuh). Cara lainnya yaitu dengan memberikan terapi sistemik sebelum operasi, mendahului terapi utama (neoadjuvan) untuk mengecilkan ukuran kanker dan mencegah timbul penyebaran serta meningkatkan angka harapan hidup pasien.
Ada beberapa jenis pilihan operasi kanker payudara yaitu

dr. M. Arvianda Kevin Kurnia, Sp. A
2022-10-21
5906
Ginjal adalah organ tubuh yang berfungsi menyingkirkan racun dalam tubuh. Padanya, darah yang mengandung hasil metabolisme disaring untuk kemudian dikeluarkan lewat urin (ekskresi). Gangguan ginjal akut (GGA) merujuk pada kondisi kelainan anatomi atau fungsional dari ginjal secara mendadak, yang menyebabkan fungsi ekskresi terganggu. Substansi yang harusnya dibuang akan menumpuk pada tubuh sehingga menyebabkan kerusakan pada organ hingga mengancam nyawa.
Pada 20 Oktober tahun 2022, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melaporkan 206 anak yang menderita GGA tanpa penyebab jelas. Kasus-kasus ini telah terjadi sejak Januari 2022 dan memuncak di bulan September 2022 hingga mencapai 81 kasus yang tersebar di 20 provinsi. Penderita GGA misterius ini terjadi terutama pada anak usia di bawah enam tahun, dengan gejala awal demam, batuk, pilek, diare dilanjutkan dengan berkurangnya jumlah urin. Pada tahap akhir, pasien GGA dapat membengkak, mengalami kesulitan bernapas sampai mengalami kejang. Seluruh gejala tersebut dapat terjadi sangat cepat, sehingga per 28 September 2022, IDAI menyebut penyakit misterius ini sebagai Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GgGAPA).
Penyebab gangguan ginjal akut dapat diklasifikasi menjadi tiga kelompok besar: 1) pra-renal; 2) renal dan 3) pasca-renal. Pra-renal berarti asal gangguan ginjal disebabkan organ sebelum darah disaring di ginjal. Renal berarti sebab gangguan terjadi di dalam ginjal. Pasca-renal merujuk pada kelainan setelah urin terbentuk di bawah organ ginjal. Sebab GgGAPA sampai saat ini masih belum pasti dan dalam tahap investigasi.
Hubungannya dengan COVID-19
Sejak tahun 2019, terjadi pandemi yang disebabkan virus Severe Acute Respritary Syndrome Coronavirus atau yang dikenal sebagai COVID-19. Bermula dengan infeksi saluran napas, laporan dalam dua tahun terakhir menemukan COVID-19 dapat menyebabkan gejala yang menyerang seluruh organ tubuh lain. Infeksi CO...

dr. Dyandra Parikesit, BMedSc, SpU
2022-11-01
6594
Pembesaran prostat merupakan kondisi normal yang akan dialami oleh tiap laki-laki, sebagian besar pembesaran prostat merupakan jinak dan hanya sebagian kecil pembesaran tersebut memerlukan terapi operasi, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai tanda dan gejala pembesaran prostat silahkan membaca artikel kami berjudul Apakah Normal Memiliki Gangguan Berkemih pada Pria Usia Lanjut?.
Menurut Panduan Penatalaksaan Klinis Pembesaran Prostat Jinak (PPJ) yang dikeluarkan oleh Ikatan Ahli Urologi Indonesia, indikasi untuk operasi PPJ dibagi menjadi 2 yaitu absolut dan relatif. Indikasi absolut adalah retensi urin akut (tidak dapat berkemih sama sekali), gagal percobaan lepas kateter, Infeksi saluran kemih berulang, berkemih darah berulang, batu kandung kemih, penurunan fungsi ginjal yang disebabkan oleh PPJ, dan perubahan bentuk kandung kemih dan saluran kemih bagian atas akibat PPJ. Sementara indikasi relatif operasi berupa keluhan sedang hingga berat yang tidak menunjukkan perbaikan setelah pemberian terapi obat dan pasien menolak pemberian terapi obat (keinginan pasien).
Peralatan operasi prostat beragam, mulai dari menggunakan aliran listrik monopolar, bipolar, dan laser. Namun, diketahui bahwa teknik terbaik saat ini adalah enukleasi (dibandingkan dengan teknik mengerok prostat secara konvensional). Banyak manfaat yang didapatkan dari teknik ini, untuk informasi lebih lanjut, silahkan membaca artikel kami dengan judul Tindakan Operasi Terkini untuk Pasien dengan Pembesaran Prostat Jinak (PPJ).
Saat ini di Rumah Sakit Universitas Indonesia, KSM Urologi sudah mengerjakan lebih dari 20 tindakan enukleasi prostat (Transurethral enuc...

dr. Aris Ramdhani, Sp. B, Siti Nurlatifah, SKM, Nurhasanah, S.Gz
2022-10-26
5955
Salah satu kanker yang paling banyak di Indonesia adalah kanker payudara. Berdasarkan data Global Cancer Observatory 2020 dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan kasus kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia adalah kanker payudara, yakni 65 858 atau 16.6% dari total 396.914 kasus kanker.
Terdiagnosis kanker payudara, bukanlah hal yang mudah bagi seorang perempuan untuk menerima kenyataan. Selain memikirkan peluang kesembuhan, sebagian besar perempuan tidak siap untuk kehilangan payudara apabila harus operasi pengakatan payudara. Lalu apa yang harus dilakukan apabila seorang perempuan mengetahui dirinya terdiagnosis kanker payudara?
Jika benar terdiagnosis kanker payudara, prinsip penting yang pertama yaitu semakin dini stadium saat ditemukan maka semakin besar kemungkinan keberhasilan terapi. Terapi pilihan pertama pada kanker payudara adalah operasi. Operasi akan mengeliminasi sumber kanker yang berpotensi melepaskan anak sebar dengan syarat kanker tersebut masih resectable atau tidak ada penyebaran jauh.
Apabila kanker bersifat invasif, operasi saja tidak cukup karena ada ancaman penyebaran di organ jauh, sehingga butuh terapi tambahan (adjuvan) yang bersifat sistemik (mengenai seluruh organ di tubuh). Cara lainnya yaitu dengan memberikan terapi sistemik sebelum operasi, mendahului terapi utama (neoadjuvan) untuk mengecilkan ukuran kanker dan mencegah timbul penyebaran serta meningkatkan angka harapan hidup pasien.
Ada beberapa jenis pilihan operasi kanker payudara yaitu

dr. M. Arvianda Kevin Kurnia, Sp. A
2022-10-21
5906
Ginjal adalah organ tubuh yang berfungsi menyingkirkan racun dalam tubuh. Padanya, darah yang mengandung hasil metabolisme disaring untuk kemudian dikeluarkan lewat urin (ekskresi). Gangguan ginjal akut (GGA) merujuk pada kondisi kelainan anatomi atau fungsional dari ginjal secara mendadak, yang menyebabkan fungsi ekskresi terganggu. Substansi yang harusnya dibuang akan menumpuk pada tubuh sehingga menyebabkan kerusakan pada organ hingga mengancam nyawa.
Pada 20 Oktober tahun 2022, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melaporkan 206 anak yang menderita GGA tanpa penyebab jelas. Kasus-kasus ini telah terjadi sejak Januari 2022 dan memuncak di bulan September 2022 hingga mencapai 81 kasus yang tersebar di 20 provinsi. Penderita GGA misterius ini terjadi terutama pada anak usia di bawah enam tahun, dengan gejala awal demam, batuk, pilek, diare dilanjutkan dengan berkurangnya jumlah urin. Pada tahap akhir, pasien GGA dapat membengkak, mengalami kesulitan bernapas sampai mengalami kejang. Seluruh gejala tersebut dapat terjadi sangat cepat, sehingga per 28 September 2022, IDAI menyebut penyakit misterius ini sebagai Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GgGAPA).
Penyebab gangguan ginjal akut dapat diklasifikasi menjadi tiga kelompok besar: 1) pra-renal; 2) renal dan 3) pasca-renal. Pra-renal berarti asal gangguan ginjal disebabkan organ sebelum darah disaring di ginjal. Renal berarti sebab gangguan terjadi di dalam ginjal. Pasca-renal merujuk pada kelainan setelah urin terbentuk di bawah organ ginjal. Sebab GgGAPA sampai saat ini masih belum pasti dan dalam tahap investigasi.
Hubungannya dengan COVID-19
Sejak tahun 2019, terjadi pandemi yang disebabkan virus Severe Acute Respritary Syndrome Coronavirus atau yang dikenal sebagai COVID-19. Bermula dengan infeksi saluran napas, laporan dalam dua tahun terakhir menemukan COVID-19 dapat menyebabkan gejala yang menyerang seluruh organ tubuh lain. Infeksi CO...
Tentang Kami
Informasi Pasien dan Pengunjung
© Copyright 2025 | Rumah Sakit Universitas Indonesia. All Rights Reserved