Artikel Kesehatan

Pentingnya Skrining Kanker Prostat

dr. Dyandra Parikesit, BMedSc, SpU

2022-10-03

3754

Pentingnya Skrining Kanker Prostat

Prostat adalah kelenjar kecil berbentuk kenari di panggul pria. Kelenjar ini terletak di bawah kandung kemih dan mengelilingi uretra. Uretra adalah tabung yang membawa urin dari kandung kemih keluar melalui penis. Inilah sebabnya mengapa pria dengan pembesaran prostat mengalami kesulitan buang air kecil. Prostat dapat diperiksa dengan melakukan pemeriksaan colok dubur. Kanker prostat adalah bentuk kanker yang berkembang di kelenjar prostat. Ini adalah penyebab utama kedua kematian akibat kanker untuk pria di AS.

Menurut Ikatan Ahli Urologi Indonesia, skrining kanker prostat perlu dilakukan pada pria dengan gejala berkemih berusia lebih dari 50 tahun atau di atas 45 tahun bila memiliki anggota keluarga dengan kanker prostat. Skrining dapat dilakukan dengan memeriksa darah di laboratorium berupa Prostat Specific Antigen (PSA). PSA adalah protein yang dibuat hanya oleh prostat dan kanker prostat. Tes ini dapat dilakukan di laboratorium klinik ataupun rumah sakit. Pada pria sehat, jumlah PSA dalam darah sangat sedikit (normal: < 4 ng/mL) yang merupakan tanda kesehatan prostat. Peningkatan PSA yang cepat mungkin merupakan tanda bahwa adanya sesuatu penyakit. Kanker prostat adalah penyebab paling serius dari hasil PSA yang tinggi. Hasil skrining PSA di RSUI tahun 2021-2022 menunjukkan bahwa 47% (34/72) pria memiliki PSA di atas 4 ng/mL dengan rata-rata PSA 11 ng/mL (2-100). Pasien tersebut akan dievaluasi lebih lanjut dengan konsultasi dan pemeriksaan dengan dokter Urologi, lalu dilakukan biopsi prostat bila diperlukan. Biopsi merupakan cara satu-satunya untuk menentukan diagnosis, ada atau tidaknya keganasan prostat.

Tes PSA dan colok dubur adalah dua pemeriksaan yang sangat penting. Pemeriksaan tersebut dapat membantu menemukan kanker prostat lebih awal, sebelum menyebar. Bila ditemukan lebih awal, maka dapat diobati segera. Dengan temuan yang lebih awal, akan membantu menghentikan atau memperlambat penyebaran kanker. Tes ini mungkin juga mendeteksi...

Nyeri Punggung Bawah: Perlukah X-Ray atau Magnetic Resonance Imaging (MRI)?

dr. Reyhan Eddy Yunus, Sp.Rad(K), MSc, dr. Heltara Ramandika, Sp.Rad(K), dr. Athari

2022-10-03

12833

Nyeri Punggung Bawah: Perlukah X-Ray atau Magnetic Resonance Imaging (MRI)?

Nyeri punggung bawah merupakan salah satu gejala yang paling sering dikeluhkan untuk datang ke layanan medis. Gejala dirasakan berupa mati rasa, kesemutan, kelemahan serta nyeri lokal di sudut iga terbawah dan lipat bokong bawah hingga menjalar ke tungkai. Nyeri punggung bawah dikelompokkan menurut waktu mulai timbulnya gejala berupa nyeri punggung bawah akut terjadi dalam waktu kurang dari 6 minggu, subakut dalam kurun waktu lebih dari 6 minggu hingga kurang dari 3 bulan serta kronik lebih dari 3 bulan. Penyebab timbulnya nyeri punggung bawah bervariasi mulai dari kekakuan otot punggung, kegemukan, postur tubuh yang buruk seperti duduk dan mengangkat beban dalam posisi membungkuk, menarik beban atau berdiri lama, riwayat jatuh terduduk hingga patah tulang belakang, penyempitan saraf akibat penonjolan bantalan (disc) ruas tulang belakang serta akibat proses penuaan, infeksi dan keganasan.
Individu dengan gejala nyeri punggung bawah yang menetap atau semakin memburuk atau nyeri akibat riwayat jatuh merupakan kandidat untuk dilakukan pemeriksaan radiologi menggunakan media pencitraan. X-Ray (Sinar-X) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI) dapat menjadi pilihan yang tepat.    
X-Ray (Sinar-X) 
Pencitraan menggunakan sinar-X merupakan sarana pemeriksaan yang mudah didapat dengan biaya terjangkau dengan dosis radiasi yang kecil. Pemeriksaan ini dapat menilai struktur tulang belakang secara jelas, mencari penyebab dugaan patah tulang belakang akibat jatuh atau akibat proses penuaan serta melihat ada tidaknya pergeseran sendi tulang belakang (spondylolisthesis). Namun pemeriksaan ini tidak optimal untuk menilai struktur otot, saraf dan bantalan ruas tulang belakang. Waktu pengerjaan dibutuhkan sekitar 5 menit.

Magnetic Resonance Imaging (MRI)
Tidak seperti sinar-X, MRI merupakan pemeriksaan menggunakan prinsip medan magnet yang bebas radiasi. MRI sangat detail dalam menilai ruang tulang bel...

Kenali dan Cegah Penyakit Jantung dengan CERDIK

dr. Rori Syahnidep, dr. Endah Setyaningsih, dr. Fhathia Avisha

2022-09-29

7011

Kenali dan Cegah Penyakit Jantung dengan CERDIK

Penyakit kardiovaskular masih menjadi masalah kesehatan utama di dunia. Data WHO tahun 2015 menunjukkan bahwa 70% kematian di dunia disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular (39,5 juta dari 56,4 kematian). Dari seluruh kematian akibat Penyakit Tidak Menular (PTM) tersebut, 45% disebabkan oleh Penyakit jantung dan pembuluh darah, yaitu 17.7 juta dari 39,5 juta kematian. Menurut data Kementerian Kesehatan RI (2014), jumlah penderita penyakit kardiovaskular di Indonesia meningkat secara terus menerus, sehingga menyebabkan peningkatan angka morbiditas, kecacatan dan beban sosial ekonomi.

Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah gangguan fungsi jantung akibat otot jantung kekurangan darah karena adanya penyempitan pembuluh darah koroner.  Gejala yang muncul yaitu nyeri dada atau rasa tidak nyaman di dada atau dada terasa tertekan saat beraktivitas maupun saat istirahat. Faktor risiko PJK dibagi menjadi dua yaitu faktor yang tidak dapat dimodifikasi dan faktor yang dapat. Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi antara lain usia (laki-laki ≥55 tahun, perempuan ≥65 tahun), jenis kelamin, suku/ras, dan riwayat penyakit keluarga. Sedangkan faktor risiko yang dapat dimodifikasi antara lain seperti: merokok, hipertensi, hiperlipidemia (kadar kolestrol tinggi dalam darah), diabetes mellitus (penyakit kencing manis), stress, diet tinggi lemak, dan kurangnya aktivitas fisik. Dengan mengendalikan faktor yang dapat dimodifikasi makan akan menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit Jantung dan Pembuluh darah.

Berikut beberapa tindakan CERDIK yang dapat kita lakukan untuk mencegah penyakit Jantung dan Pembuluh darah:

Cek kesehatan rutin dan konsultasikan ke dokter jika terdapat keluhan

Pemeriksaan kesehatan yang dapat dilakukan yaitu pemeriksaan tekanan darah, kolesterol darah, kadar gula darah dan fungsi ginjal.  Kenali dan konsultasikan jika terdapat keluhan seperti nyeri dada yang menjalar da...

Informasi Pasien dan Pengunjung

Ayo Terhubung Dengan Kami,

RSUI Logo

Jl. Prof. DR. Bahder Djohan, Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16424

© Copyright 2025 | Rumah Sakit Universitas Indonesia. All Rights Reserved