Artikel Kesehatan

Mengenal Hepatitis Akut Berat pada Anak

dr. Annisa Rahmania Yulman, Sp.A

2022-05-23

2010

Mengenal Hepatitis Akut Berat pada Anak

Beberapa minggu terakhir masyarakat dkejutkan dengan berita mengenai kejadian luar biasa hepatitis akut berat yang terjadi pada anak. Kejadian luar biasa ini diumumkan oleh badan Kesehatan dunia WHO pada 21 April 2022. Perkembangan penyakit yang cepat dan menyebar di berbagai negara serta berdampak buruk pada anak-anak membuat masyarakat dunia panik begitu juga di Indonesia. Perhatian ini tidak terjadi pada orangtu saja, namun masyarakat luas hingga pemerintah sehingga membutuhkan penanganan serius dan sistematis untuk menjaga anak-anak kita.  

Hepatitis akut merupakan suatu peradangan hati yang dapat menimbulkan kerusakan sel hati sehingga mengganggu fungsi metabolisme dan detoksifikasi racun dalam tubuh. Perdangan hati yang berat memerlukan penanganan lebih lanjut hingga tranplantasi hati dan berdampak buruk pada tubuh hingga dapat menimbulkan kematian.

Kejadian luar biasa ini dimulai dari negara Inggris dimana ditemukannya kasus hepatitis akut berat yang menyerang anak-anak usia 1 bulan hingga 16 tahun yang tidak diketahui penyebabnya. Hepatitis misterius ini tidak ditemukan hasil yang positif terhadap virus penyebab hepatitis pada umumnya yaitu virus hepatitis A, B, C D maupun E. Kejadian ini kemudian menyebar secara global hingga dilaporkan sudah ada beberapa kasus di berbagai negara termasuk di Indonesia. Hingga tanggal 171Mei 2022, kejadian ini sudah menyerang lebih dari 450 anak dengan total kebutuhan trasplantasi ginjal pada 7,5% kasus dan kematian pada 11 pasien.  Kasus terduga hepatitis akut berat misterius ini mencapai 14 kasus di Indonesia dengan 1 kasus probable dan 13 kasus pending classification.

Penyebab kelainan ini masih belum dapat diketahui dengan pasti. Beberapa menemukan penyakit ini terkait dengan beberapa virus non hepatitis seperti adenovirus dan SARSCOV-2. Namun saat ini badan kesehatan dunia WHO serta para ahli belum dapat menyimpulkan penyebab pasti dari kejadian luar biasa ini.  K...

USG (Ultrasonografi) dalam Kehamilan, Tidak Sebatas Berat dan Jenis Kelamin Janin

dr. Natasya Prameswari, Sp.OG

2022-05-20

49761

USG (Ultrasonografi) dalam Kehamilan, Tidak Sebatas Berat dan Jenis Kelamin Janin

Ultrasonografi (USG) telah digunakan selama lebih dari 4 dekade kehidupan untuk mengevaluasi kondisi janin dan rahim pada pasien obstetri atau terkait kehamilan. Dimulai dari pertanyaan awal, apakah ada kehamilan? Apakah ada janin? Apakah janin tunggal ataupun kembar? Berapa usia kehamilan dan berat janin? Dimana lokasi plasenta? Hingga saat ini ultrasonografi dijadikan alat utama untuk mendiagnosis kelainan bawaan/kongenital pada janin, memprediksi komplikasi kehamilan seperti plasenta akreta, sampai mendeteksi anemia pada janin. Dalam melakukan USG pada kehamilan, tujuan utama dokter adalah untuk memfasilitasi asuhan antenatal yang terbaik pada ibu dan janin.

Pemeriksaan USG dapat dilakukan sejak awal kehamilan atau trimester 1, sejak usia kehamilan 5 minggu hingga 13 minggu 6 hari. Pada USG trimester pertama, tidak jarang kita melakukan USG yang dimasukkan melalui lubang vagina (transvaginal) untuk melihat posisi kantong gestasi, serta mengetahui anatomi rahim dan adneksa (bagian rahim yang meliputi indung telur (ovarium), saluran telur (tuba Fallopii), dan jaringan ikat (ligament) yang mengelilinginya). Pada usia awal kehamilan atau trimester pertama, pemeriksaan USG dilakukan untuk mengetahui hal-hal berikut yaitu, untuk mengetahui apakah kehamilan berkembang atau tidak, menentukan apakah kehamilan dalam kandungan (intrauterin) atau tidak, menentukan jumlah janin, menentukan usia kehamilan, serta melihat anatomi janin di awal kehamilan.

Penentuan usia kehamilan merupakan hal yang penting dilakukan saat melakukan pemeriksaan USG pada trimester 1. Berdasarkan International Society of Ultrasound in Obstetric and Gynecology, USG di usia kehamilan 10 minggu hingga 13 minggu 6 hari dapat memberikan data usia gestasi hingga taksiran waktu persalinan yang akurat. Dalam melakukan USG lanjutan, kita dapat memakai USG trimester 1 untuk patokan ...

Mengapa harus Vaksin Meningitis sebelum Umrah dan Haji?

dr. Nur Annisa Laras Fikria, dr. Muhammad Hafiz SpPD

2022-05-18

70271

Mengapa harus Vaksin Meningitis sebelum Umrah dan Haji?

Ibadah Haji dan Umrah merupakan ibadah yang sangat dianjurkan bagi umat muslim. Berdasarkan peraturan pemerintah, jemaah haji dan umrah diwajibkan melakukan vaksinasi meningitis meningokok sebelum berangkat ke Arab Saudi. Mungkin sahabat RS UI bertanya, apa pentingnya melakukan vaksin meningitis? Yuk simak artikel berikut.

Arab Saudi merupakan destinasi dari jutaan jemaah muslim seluruh dunia untuk menunaikan ibadah haji maupun umrah. Negara Arab Saudi dikenal sebagai daerah endemis meningitis meningokok sejak ditemukannya kasus pertama kali pada jemaah haji pada tahun 1987.  Jemaah dari seluruh dunia dalam jumlah besar dari berbagai negara menjadi salah satu risiko penularan penyakit berbahaya ini.

Mari kita mengenali penyakit meningitis. Meningitis adalah peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang. Penyebabnya dapat berupa bakteri, virus, jamur, dan parasit. Meningitis bakteri salah satunya disebabkan oleh bakteri Neisseria meningitidis. Penyakit ini ditularkan melalui kontak langsung dengan droplet pernafasan atau sekresi tenggorokan saat batuk/bersin. Gejala yang dapat dijumpai pada meningitis antara lain nyeri kepala hebat, demam, mual, muntah, kejang, hingga penurunan kesadaran. Meningitis dapat menimbulkan gejala sisa pada gangguan sistem saraf sehingga penderitanya dapat mengalami gangguan jangka panjang yang dapat berupa kognitif, gangguan bicara, gangguan penglihatan, ketulian, kelumpuhan hingga kematian.

Meskipun meningitis dapat menyebabkan kecacatan serta mengancam nyawa, penyakit ini secara efektif dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi. Vaksin dapat membantu tubuh memproduksi antibodi untuk melawan bakteri penyebab meningitis. Saat ini seluruh jemaah haji domestik dan internasional wajib divaksin dengan vaksin meningokokus kuadrivalen (A,C,Y,W135). Vaksin yang tersedia di Indonesia terdapat 2 jenis yaitu:

1.      Vaksin meningokok polisa...

Informasi Pasien dan Pengunjung

Ayo Terhubung Dengan Kami,

RSUI Logo

Jl. Prof. DR. Bahder Djohan, Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16424

© Copyright 2025 | Rumah Sakit Universitas Indonesia. All Rights Reserved