
Siti Kurnia Astuti, ST, MT
2022-04-21
4133
Investasi merupakan kata yang sering kita dengar akhir-kahir ini. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), investasi berarti penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan. Namun, kita bukan hanya perlu berinvestasi pada perusahaan, tapi juga planet yang kita cintai ini untuk memperoleh “keuntungan” di kemudian hari. “Berinvestasi pada planet kita atau invest in our planet” merupakan tema Hari Bumi Tahun 2022 ini, yang diselenggarakan pada tanggal 22 April. Kampanye Hari Bumi sendiri bertujuan untuk menyatukan kita bekerja sama membawa kembali kesehatan planet kita dan melindungi spesies kita dari dampak perubahan iklim.
Lalu, apa saja yang dapat kita lakukan sebagai individu untuk berinvestasi pada planet yang kita cintai ini? Terdapat banyak langkah kecil yang dapat kita lakukan, di antaranya:
Perusahaan yang cerdas tidak akan memilih antara menjadi hijau atau meningkatkan keuntungan jangka panjan...

Siti Kurnia Astuti, ST, MT
2022-04-21
9882
Cuaca ekstrem akhir-akhir ini merupakan salah satu fenomena perubahan iklim yang dapat kita rasakan. Perubahan iklim menyebabkan peningkatan kejadian cuaca ekstrem yang mengakibatkan peningkatan frekuensi dan intensitas bencana, terutama bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, abrasi, dan lainnya. Peningkatan temperatur bumi yang mencapai 0,45-0,750C mempengaruhi intensitas dan pola curah hujan, yang saat ini mencapai ±2,5mm/hari. Perubahan iklim berdampak pada berbagai aspek dalam kehidupan manusia, di antaranya:
1. Menurunnya kualitas dan kuantitas air
Perubahan iklim menyebabkan hujan kencang terus-menerus di suatu daerah, sedangkan di daerah lain terjadi kemarau berkepanjangan. Hal ini mengakibatkan menurunnya kualitas air bersih, seperti kadar klorin, jumlah partikulat, dan mikroorganisme. Curah hujan yang terlalu tinggi dan daya serapan air yang kecil mengakibatkan air langsung mengalir kembali ke laut tanpa sempat tersimpan sebagai sumber air bersih. Banjir juga mempengaruhi kemiringan lereng lingkungan pantai.
2. Menurunnya kualitas dan kuantitas hutan
Pemanasan temperatur bumi terus-menerus dan kemarau berkepanjangan dapat menyebabkan kebakaran semak dan hutan.
3. Meningkatnya gas rumah kaca karena penebangan hutan
Asap yang dihasilkan dari kebakaran hutan mencemari udara dan menambah jumlah gas rumah kaca. Jumlah hutan yang berkurang juga merupakan faktor peningkatan gas rumah kaca.
4. Perubahan habitat dan punahnya spesies
Menurunnya kualitas dan kuantitas hutan serta pemanasan temperatur bumi membawa perubahan pada habitat sebagai rumah alami bagi berbagai spesies binatang, tanaman, dan organisme lainnya. Ekosistem pesisir dan laut pun terancam rusak.
5. Menurunnya produktivitas pertanian
Temperatur yang terlalu panas dan perubahan cuaca yang ek...

Dr. Dyandra Parikesit, BMedSc, SpU
2022-04-11
63207
Batu saluran kemih (BSK) sangat sering ditemukan di masyarakat Indonesia, penyakit ini merupakan penyakit paling banyak yang ditangani oleh dokter Urologi. Diketahui bahwa laki-laki lebih sering mengalami BSK dibandingkan wanita yaitu 3:1 dengan puncak kejadian terjadi pada usia 40-50 tahun. Menurut Badan Pusat Statistik Kota Depok tahun 2018, populasi Kota Depok sekitar 2,33 juta jiwa dengan 15.65 % di atas usia 50 tahun atau sekitar 364.000 jiwa, yang berarti ada sekitar 29.120 kasus BSK tiap tahunnya. Untuk mengetahui lebih banyak mengenai BSK, silahkan membaca artikel kami dengan judul “Dok, Apakah Saya Memiliki Batu Saluran Kemih (BSK)?”.
Saat ini, ada banyak pilihan tata laksana BSK, salah satu terapi terkini adalah operasi menggunakan teknologi laser. Operasi ini bersifat minimal invasif dan tidak memerlukan sayatan pada tubuh Anda. Setelah Anda tidur, instrumen kecil (ureteroskop) dimasukkan ke dalam uretra (saluran kemih bagian bawah) dan kandung kemih Anda untuk mengakses ureter (saluran kemih bagian atas) dan ginjal Anda. Setelah batu terlihat, laser digunakan untuk mengirimkan energi Holmium (laser) untuk memecah batu ginjal Anda. Batu kemudian dapat dikeluarkan menggunakan beberapa cara melalui uretra, baik dengan dengan alat, atau pecahan yang lebih kecil dapat dikeluarkan secara alami saat Anda buang air kecil. Dokter Urologi juga dapat menggunakan laser Holmium bertenaga tinggi dengan emisi frekuensi tinggi yang "menghancurkan" batu menjadi bubuk halus. Batu yang sudah dihancurkan kemudian dapat keluar dalam bentuk partikel halus dalam urin Anda setelah operasi. Pemulihan penuh dapat memakan waktu 1 hingga 2 minggu. Kelelahan dan ketidaknyamanan umum dapat terjadi tetapi akan perlahan menghilang selama pemulihan. Hal tersebut mungkin memerlukan penyesuaian kecil pada rutinitas harian Anda.
Setel...

Siti Kurnia Astuti, ST, MT
2022-04-21
4133
Investasi merupakan kata yang sering kita dengar akhir-kahir ini. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), investasi berarti penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan. Namun, kita bukan hanya perlu berinvestasi pada perusahaan, tapi juga planet yang kita cintai ini untuk memperoleh “keuntungan” di kemudian hari. “Berinvestasi pada planet kita atau invest in our planet” merupakan tema Hari Bumi Tahun 2022 ini, yang diselenggarakan pada tanggal 22 April. Kampanye Hari Bumi sendiri bertujuan untuk menyatukan kita bekerja sama membawa kembali kesehatan planet kita dan melindungi spesies kita dari dampak perubahan iklim.
Lalu, apa saja yang dapat kita lakukan sebagai individu untuk berinvestasi pada planet yang kita cintai ini? Terdapat banyak langkah kecil yang dapat kita lakukan, di antaranya:
Perusahaan yang cerdas tidak akan memilih antara menjadi hijau atau meningkatkan keuntungan jangka panjan...

Siti Kurnia Astuti, ST, MT
2022-04-21
9882
Cuaca ekstrem akhir-akhir ini merupakan salah satu fenomena perubahan iklim yang dapat kita rasakan. Perubahan iklim menyebabkan peningkatan kejadian cuaca ekstrem yang mengakibatkan peningkatan frekuensi dan intensitas bencana, terutama bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, abrasi, dan lainnya. Peningkatan temperatur bumi yang mencapai 0,45-0,750C mempengaruhi intensitas dan pola curah hujan, yang saat ini mencapai ±2,5mm/hari. Perubahan iklim berdampak pada berbagai aspek dalam kehidupan manusia, di antaranya:
1. Menurunnya kualitas dan kuantitas air
Perubahan iklim menyebabkan hujan kencang terus-menerus di suatu daerah, sedangkan di daerah lain terjadi kemarau berkepanjangan. Hal ini mengakibatkan menurunnya kualitas air bersih, seperti kadar klorin, jumlah partikulat, dan mikroorganisme. Curah hujan yang terlalu tinggi dan daya serapan air yang kecil mengakibatkan air langsung mengalir kembali ke laut tanpa sempat tersimpan sebagai sumber air bersih. Banjir juga mempengaruhi kemiringan lereng lingkungan pantai.
2. Menurunnya kualitas dan kuantitas hutan
Pemanasan temperatur bumi terus-menerus dan kemarau berkepanjangan dapat menyebabkan kebakaran semak dan hutan.
3. Meningkatnya gas rumah kaca karena penebangan hutan
Asap yang dihasilkan dari kebakaran hutan mencemari udara dan menambah jumlah gas rumah kaca. Jumlah hutan yang berkurang juga merupakan faktor peningkatan gas rumah kaca.
4. Perubahan habitat dan punahnya spesies
Menurunnya kualitas dan kuantitas hutan serta pemanasan temperatur bumi membawa perubahan pada habitat sebagai rumah alami bagi berbagai spesies binatang, tanaman, dan organisme lainnya. Ekosistem pesisir dan laut pun terancam rusak.
5. Menurunnya produktivitas pertanian
Temperatur yang terlalu panas dan perubahan cuaca yang ek...

Dr. Dyandra Parikesit, BMedSc, SpU
2022-04-11
63207
Batu saluran kemih (BSK) sangat sering ditemukan di masyarakat Indonesia, penyakit ini merupakan penyakit paling banyak yang ditangani oleh dokter Urologi. Diketahui bahwa laki-laki lebih sering mengalami BSK dibandingkan wanita yaitu 3:1 dengan puncak kejadian terjadi pada usia 40-50 tahun. Menurut Badan Pusat Statistik Kota Depok tahun 2018, populasi Kota Depok sekitar 2,33 juta jiwa dengan 15.65 % di atas usia 50 tahun atau sekitar 364.000 jiwa, yang berarti ada sekitar 29.120 kasus BSK tiap tahunnya. Untuk mengetahui lebih banyak mengenai BSK, silahkan membaca artikel kami dengan judul “Dok, Apakah Saya Memiliki Batu Saluran Kemih (BSK)?”.
Saat ini, ada banyak pilihan tata laksana BSK, salah satu terapi terkini adalah operasi menggunakan teknologi laser. Operasi ini bersifat minimal invasif dan tidak memerlukan sayatan pada tubuh Anda. Setelah Anda tidur, instrumen kecil (ureteroskop) dimasukkan ke dalam uretra (saluran kemih bagian bawah) dan kandung kemih Anda untuk mengakses ureter (saluran kemih bagian atas) dan ginjal Anda. Setelah batu terlihat, laser digunakan untuk mengirimkan energi Holmium (laser) untuk memecah batu ginjal Anda. Batu kemudian dapat dikeluarkan menggunakan beberapa cara melalui uretra, baik dengan dengan alat, atau pecahan yang lebih kecil dapat dikeluarkan secara alami saat Anda buang air kecil. Dokter Urologi juga dapat menggunakan laser Holmium bertenaga tinggi dengan emisi frekuensi tinggi yang "menghancurkan" batu menjadi bubuk halus. Batu yang sudah dihancurkan kemudian dapat keluar dalam bentuk partikel halus dalam urin Anda setelah operasi. Pemulihan penuh dapat memakan waktu 1 hingga 2 minggu. Kelelahan dan ketidaknyamanan umum dapat terjadi tetapi akan perlahan menghilang selama pemulihan. Hal tersebut mungkin memerlukan penyesuaian kecil pada rutinitas harian Anda.
Setel...
Tentang Kami
Informasi Pasien dan Pengunjung
© Copyright 2025 | Rumah Sakit Universitas Indonesia. All Rights Reserved