Artikel Kesehatan

RSUI Turut Berinvestasi pada Planet Kita

Siti Kurnia Astuti, ST, MT

2022-04-21

4133

RSUI Turut Berinvestasi pada Planet Kita

Investasi merupakan kata yang sering kita dengar akhir-kahir ini. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), investasi berarti penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan. Namun, kita bukan hanya perlu berinvestasi pada perusahaan, tapi juga planet yang kita cintai ini untuk memperoleh “keuntungan” di kemudian hari. “Berinvestasi pada planet kita atau invest in our planet” merupakan tema Hari Bumi Tahun 2022 ini, yang diselenggarakan pada tanggal 22 April. Kampanye Hari Bumi sendiri bertujuan untuk menyatukan kita bekerja sama membawa kembali kesehatan planet kita dan melindungi spesies kita dari dampak perubahan iklim.

Lalu, apa saja yang dapat kita lakukan sebagai individu untuk berinvestasi pada planet yang kita cintai ini? Terdapat banyak langkah kecil yang dapat kita lakukan, di antaranya:

  1. Menggunakan transportasi massal;
  2. Menghemat penggunaan listrik, dengan mengganti lampu dan peralatan elektronik yang berdaya hemat;
  3. Menyiapkan makanan sesuai dengan porsi yang dapat kita habiskan sehingga mengurangi sampah sisa makanan;
  4. Melakukan program 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sampah, contohnya seperti penggunaan botol minum berulang kali pakai;
  5. Menggunakan barang produksi lokal sehingga dapat memperpendek jejak karbon;
  6. Menggunakan material rendah emisi; contohnya penyejuk ruangan atau Air Conditioner (AC) non-CFC (Chlorofluorocarbons)
  7. Menambah jumlah lahan tanaman dan vegetasi dengan penanaman pohon;
  8. Menggunakan tas berbahan kain untuk berbelanja; serta
  9. Melakukan program konservasi air dengan rain water harvesting dan penggunaan peralatan hemat air.

Perusahaan yang cerdas tidak akan memilih antara menjadi hijau atau meningkatkan keuntungan jangka panjan...

Dampak Perubahan Iklim

Siti Kurnia Astuti, ST, MT

2022-04-21

9882

Dampak Perubahan Iklim

Cuaca ekstrem akhir-akhir ini merupakan salah satu fenomena perubahan iklim yang dapat kita rasakan. Perubahan iklim menyebabkan peningkatan kejadian cuaca ekstrem yang mengakibatkan peningkatan frekuensi dan intensitas bencana, terutama bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, abrasi, dan lainnya. Peningkatan temperatur bumi yang mencapai 0,45-0,750C mempengaruhi intensitas dan pola curah hujan, yang saat ini mencapai ±2,5mm/hari. Perubahan iklim berdampak pada berbagai aspek dalam kehidupan manusia, di antaranya:

1.    Menurunnya kualitas dan kuantitas air

Perubahan iklim menyebabkan hujan kencang terus-menerus di suatu daerah, sedangkan di daerah lain terjadi kemarau berkepanjangan. Hal ini mengakibatkan menurunnya kualitas air bersih, seperti kadar klorin, jumlah partikulat, dan mikroorganisme. Curah hujan yang terlalu tinggi dan daya serapan air yang kecil mengakibatkan air langsung mengalir kembali ke laut tanpa sempat tersimpan sebagai sumber air bersih. Banjir juga mempengaruhi kemiringan lereng lingkungan pantai.

2.    Menurunnya kualitas dan kuantitas hutan

Pemanasan temperatur bumi terus-menerus dan kemarau berkepanjangan dapat menyebabkan kebakaran semak dan hutan.

3.    Meningkatnya gas rumah kaca karena penebangan hutan

Asap yang dihasilkan dari kebakaran hutan mencemari udara dan menambah jumlah gas rumah kaca. Jumlah hutan yang berkurang juga merupakan faktor peningkatan gas rumah kaca.

4.    Perubahan habitat dan punahnya spesies

Menurunnya kualitas dan kuantitas hutan serta pemanasan temperatur bumi membawa perubahan pada habitat sebagai rumah alami bagi berbagai spesies binatang, tanaman, dan organisme lainnya. Ekosistem pesisir dan laut pun terancam rusak.

5.    Menurunnya produktivitas pertanian

Temperatur yang terlalu panas dan perubahan cuaca yang ek...

Terapi Batu Saluran Kemih Menggunakan Teknologi Laser

Dr. Dyandra Parikesit, BMedSc, SpU

2022-04-11

63207

Terapi Batu Saluran Kemih Menggunakan Teknologi Laser

Batu saluran kemih (BSK) sangat sering ditemukan di masyarakat Indonesia, penyakit ini merupakan penyakit paling banyak yang ditangani oleh dokter Urologi. Diketahui bahwa laki-laki lebih sering mengalami BSK dibandingkan wanita yaitu 3:1 dengan puncak kejadian terjadi pada usia 40-50 tahun. Menurut Badan Pusat Statistik Kota Depok tahun 2018, populasi Kota Depok sekitar 2,33 juta jiwa dengan 15.65 % di atas usia 50 tahun atau sekitar 364.000 jiwa, yang berarti ada sekitar 29.120 kasus BSK tiap tahunnya. Untuk mengetahui lebih banyak mengenai BSK, silahkan membaca artikel kami dengan judul “Dok, Apakah Saya Memiliki Batu Saluran Kemih (BSK)?”.

Saat ini, ada banyak pilihan tata laksana BSK, salah satu terapi terkini adalah operasi menggunakan teknologi laser. Operasi ini bersifat minimal invasif dan tidak memerlukan sayatan pada tubuh Anda. Setelah Anda tidur, instrumen kecil (ureteroskop) dimasukkan ke dalam uretra (saluran kemih bagian bawah) dan kandung kemih Anda untuk mengakses ureter (saluran kemih bagian atas) dan ginjal Anda. Setelah batu terlihat, laser digunakan untuk mengirimkan energi Holmium (laser) untuk memecah batu ginjal Anda. Batu kemudian dapat dikeluarkan menggunakan beberapa cara melalui uretra, baik dengan dengan alat, atau pecahan yang lebih kecil dapat dikeluarkan secara alami saat Anda buang air kecil. Dokter Urologi juga dapat menggunakan laser Holmium bertenaga tinggi dengan emisi frekuensi tinggi yang "menghancurkan" batu menjadi bubuk halus. Batu yang sudah dihancurkan kemudian dapat keluar dalam bentuk partikel halus dalam urin Anda setelah operasi. Pemulihan penuh dapat memakan waktu 1 hingga 2 minggu. Kelelahan dan ketidaknyamanan umum dapat terjadi tetapi akan perlahan menghilang selama pemulihan. Hal tersebut mungkin memerlukan penyesuaian kecil pada rutinitas harian Anda.

Setel...

Informasi Pasien dan Pengunjung

Ayo Terhubung Dengan Kami,

RSUI Logo

Jl. Prof. DR. Bahder Djohan, Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16424

© Copyright 2025 | Rumah Sakit Universitas Indonesia. All Rights Reserved