Artikel Kesehatan

Pembesaran Prostat Bisa Membuat Gagal Ereksi? Kenali Hubungannya!

dr. Dyandra Parikesit, BMedSc, SpU, Fadilla Laila Nurakbar, Faradinda Ramadhian Hakim, Muhammad Ryan Fadillah, Salsabila bin Syeh Abubakar

2023-03-24

26009

Pembesaran Prostat Bisa Membuat Gagal Ereksi? Kenali Hubungannya!

Pembesaran prostat jinak merupakan kondisi dimana terjadi pembesaran kelenjar prostat yang menyebabkan terjadinya gangguan aliran urin. Pembesaran ini bersifat jinak dan merupakan penyebab umum terjadinya gejala penyakit berkemih pada pria. Menurut studi, kejadian terjadinya PPJ pada pria berada pada angka 50% pada pria di usia 60-an dan meningkat seiring bertambahnya usia. Di Indonesia, kasus PPJ terbanyak terjadi pada rentang usia 60–69 tahun. Berikut merupakan beberapa faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya PPJ:

  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Obesitas
  • Kurangnya aktivitas fisik
  • Merokok
  • Faktor genetik

Walaupun jarang mengancam jiwa, pasien dengan PPJ biasanya mengeluhkan beberapa gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Adapun tanda atau gejala yang biasanya muncul pada pembesaran prostat adalah:

  • Merasa sulit untuk memulai berkemih
  • Harus mengejan terlebih dahulu untuk berkemih
  • Aliran urin lemah atau seperti lidi
  • Berkemih terputus-putus
  • Sering merasa ingin berkemih
  • Terbangun di malam hari karena ingin berkemih
  • Tidak dapat menahan rasa ingin buang air kecil

Selain gejala di atas, pembesaran prostat juga meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih (ISK), sehingga juga dapat dijumpai gejala ISK seperti nyeri saat berkemih seperti terbakar dan/atau urin kemerahan.

Disfungsi ereksi (DE) adalah suatu gangguan pada penis yang tidak dapat ereksi atau mempertahankan ereksi untuk mencapai hubungan seksual yang memuaskan selama 6 bulan atau lebih. Risiko DE dapat meningkat jika pasien memiliki penyakit komorbid lainnya seperti gangguan jantung, diabetes, lemak darah tinggi, dan hipertensi. Beberapa penyebab DE antara lain adalah depresi dan kecemasan. Risiko dan penyebab yang meningkatkan kejadian DE memiliki hasil penelitian sebagai berikut:

  • 35% pasien pria dengan hipertensi mengalami DE
  • Pasien ...

Kenali Bahaya Kebiasaan Menahan Berkemih! Kamu Sering Menahan Berkemih? Ketahui Bahayanya!

dr. Dyandra Parikesit, BMedSc, SpU, Aulia Afifa Aghnat S. Ked, Auvan Lutfi S.Ked, Nadira Erwanto S.Ked

2023-03-24

10664

Kenali Bahaya Kebiasaan Menahan Berkemih! Kamu Sering Menahan Berkemih? Ketahui Bahayanya!

Pernahkah Anda menahan buang air kecil ketika sedang sibuk bekerja, menonton bioskop, atau sedang dalam perjalanan jauh sehingga sulit untuk mencari toilet? Pada orang dewasa sehat, sesekali menahan kencing mungkin tidak akan menjadi masalah, akan tetapi jika menjadi kebiasaan dapat menimbulkan bahaya!

Kandung kemih merupakan tempat penyimpanan urin sementara sebelum dikeluarkan. Tahukah kamu, bahwa kapasitas kandung kemih pada pria adalah 700 ml dan wanita 500 ml? Namun, biasanya, orang sudah merasa ingin buang air ketika kandungan urin di kandung kemih sekitar 200-350 ml.1 Sebenarnya kandung kemih dapat meregang untuk menampung kapasitas urin, tetapi melakukannya terlalu sering bisa berbahaya!

Apa saja sih bahaya dari menahan buang air kecil? Berikut tiga bahaya menahan berkemih:

●     Meningkatkan risiko dari infeksi saluran kemih (ISK). Walaupun menahan berkemih tidak berhubungan secara langsung dengan ISK, namun kebiasaan tidak mengosongkan kantung kemih dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri sehingga terjadinya infeksi.2,3 Tanda-tanda jika seseorang mengalami ISK:4

  1. Rasa sakit saat berkemih (disuria)
  2. Frekuensi berkemih menjadi lebih sering (frekuensi)
  3. Rasa berkemih yang terus-menerus (urgensi)
  4. Adanya darah pada urin (hematuria)

●     Menyebabkan gangguan pada kandung kemih. Menahan berkemih dapat mengakibatkan kelemahan pada otot-otot dasar panggul sehingga dapat terjadi kebocoran urin (keluarnya urin tanpa disadari atau disengaja).2

●     Meningkatkan risiko batu ginjal. Terutama pada pasien dengan riwayat batu ginjal sebelumnya dan memiliki kandungan mineral yang tinggi pada urinnya. Ini terjadi dikarenakan urin mengandung kalsium oksalat dan asam urin sehingga terbentuknya batu.2,5

Dengan tidak menahan berkemih dan menerapkan cara menjaga kebersihan yang baik, Anda dap...

Memantau Pertumbuhan Gigi Si Kecil dengan Pemeriksaan Panoramik Digital

Dr. drg. Menik Priaminiarti, Sp.RKG(K)

2023-03-21

5169

Memantau Pertumbuhan Gigi Si Kecil dengan Pemeriksaan Panoramik Digital

Pada anak-anak, periode tumbuh kembang gigi terbagi dua yaitu periode gigi susu dan gigi bercampur. Sebagian besar orang tua cukup khawatir dengan pertumbuhan gigi anaknya, apakah gigi tersebut masih gigi susu atau sudah gigi tetap?. Jika dilihat secara langsung, gigi susu dan gigi tetap tampak serupa. Masalah lain, gigi susu yang tanggal terkadang tidak langsung diikuti dengan erupsi gigi tetap penggantinya.

Dalam menjawab masalah kesehatan gigi anak, pemeriksaan radiografis sangat dibutuhkan. Perawatan gigi anak sangat membutuhkan pemeriksaan lanjutan berupa pemeriksaan radiografis. Salah satu pemeriksaan radiografis yang dapat mencakup gigi dan struktur rahang lainnya yaitu teknik roentgen panoramik. Dokter gigi dalam menegakkan diagnosis dan merencanakan perawatan gigi anak dapat merujuk pasien untuk melakukan pemeriksaan roentgen panoramik tersebut.

Adapun indikasi pemeriksaan roentgen panoramik pada pasien anak adalah untuk melihat:

  • Tumbuh kembang dan waktu pergantian gigi susu serta benih gigi tetap
  • Ada tidaknya kelainan bentuk, jumlah dan posisi gigi susu serta benih gigi tetap
  • Prediksi keadaan gigi tetap, apakah akan berjejal atau tidak
  • Ada tidaknya gigi berlubang dan kemungkinan adanya peradangan di sekitar gigi.
  • Melihat struktur tulang rahang atas dan bawah.

Pemeriksaan roentgen panoramik juga dibutuhkan pada pasien anak yang memiliki susunan gigi berjejal. Selain itu perawatan terkait keadaan gigi berjejal juga membutuhkan pemeriksaan radiografis sefalometri. Dengan berkembangnya teknologi di bidang radiologi diagnostik saat ini roentgen panoramik sudah dapat dilakukan secara digital.

Roentgen panoramik digital memiliki kelebihan yaitu, proses pembuatan lebih cepat. Selain itu, dari segi kenyamanan, pemeriksaan roentgen panoramik digital lebih baik dibandingkan dengan pemeriksaan radiografis dental, karena tidak lagi menempatkan film di dalam mulut. Hal tersebut dapat memberik...

Informasi Pasien dan Pengunjung

Ayo Terhubung Dengan Kami,

RSUI Logo

Jl. Prof. DR. Bahder Djohan, Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16424

© Copyright 2025 | Rumah Sakit Universitas Indonesia. All Rights Reserved